Connect
To Top

Seks Menurun Usai Mengurusi Anak

NUSANTARANEWS.CO – Cinta di masa muda adalah fakta menarik yang jarang dilewatkan sebagian besar manusia. Menikmati gairah asmara di usia muda melahirkan kisah romanstis, bahkan akan selalu diingat sepanjang masa. Kecuali yang berujung pada kegagalan. Tapi memori indah pasti pernah dirajut.

Namun, kabar tak sedap perihal percintaan ketika orang sudah memasuki usia senja. Dilansir Metro.co.uk, penemuan dari sebuah survei menunjukkan bahwa putus asa dan kecewa sudah menjadi takdir bagi para orang tua karena 1 dari 5 orangtua mengaku sudah tak lagi melakukan hubungan seks. Bahkan sekitra 31 persen mereka sudah tak lagi bercinta dengan pasangannya.

Menurut survei ini, ada sejumlah alasan mengapa pasangan yang telah memiliki anak jarang melakukan hubungan seks. Salah satunya adalah kesibukan kerja. Kedua, waktu lebih banyak digunakan untuk mengurus anak.

Tapi, para responden mengaku hubungan mereka baik-baik saja. Bahkan merasa lebih behagia karena masih bisa tidur bersama satu ranjang meski tanpa cinta di malam hari.

Memastikan kebahagiaan anak ternyata dinilai lebih penting ketimbang urusan seks dengan pasangan. Bahkan ada sebagian yang memiliki persepsi bahwa ketika sudah tua seks tak lagi menajdi kebutuhan utama.

“Aku hanya tak seperti dulu. Aku justru merasa pasanganku lebih seperti saudara sendiri,” komentar salah seseorang.

Meski begitu, pilihan ini sebetulnya lebih karena persoalan pada diri masing-masing padangan. Sebab, aspek terpenting adalah bagaimana orang bisa mengenal dirinya sendiri. Setelah adanya anak-anak, seks dinilai tak lagi seperti dulu.

Dijelaskan, ketika orang tua sibuk bekerja dan mengurusi anak-anaknya setiap hari, gairah seks justru menjadi opsi terakhir yang terbesit di dalam pikiran. Bahkan ada pula yang justru berpikir untuk segera tidur setelah seharian beraktifitas. Orang juga banyak berpikir bagaimana bisa tidur malam berkualitas.

Apalagi ketika dihadapkan pada anak-anak yang tengah tidak sehat. Fokus perhatian orang tua justru lebih banyak kepada anak-anaknya ketimbang seks.

Penulis: Eriec Dieda

Komentar