Meluangkan waktu untuk pasangan. Foto Ilustrasi/Ist
Meluangkan waktu untuk pasangan. (Foto Ilustrasi/Ist)

NUSANTARANEWS.CO – Seks dan keintiman oleh banyak orang dimaknai sama. Padahal, bila ditelisik dan diteliti secara cermat kedua jauh dari kata identik. Keintiman belum tentu soal seks, tetapi dalam berhubungan seks keintiman sudah barang tentu sangat diperlukan agar seks berkualitas.

Dilansir The Frisky, seorang terapis isu-isu body image dan self love, Matt Joseph Diaz mengatakan bahwa seks adalah kegiatan yang bisa dilakukan sesuka hati karena orang dapat memilih melakukannya atau tidak. Namun, ketika gairah, cinta dan keintiman sudah tertanam lebih dahulu maka orang akan mendapatkan kualitas yang berbeda bahkan sempurna dalam berhubungan seks.

“Seks tidak memiliki moralitas yang melekat seperti keintiman. Itu semata-mata tentang orang-orang yang ingin melakukannya,” kata Diaz.

Keintiman adalah sebaliknya. Kata Diaz, kenintiman jauh lebih bermakna. Sebab, keintiman merupakan koneksi yang dapat menjangkau setiap orang tanpa harus bemotif seks. Selain itu, keintiman juga akan membuat diri seseorang merasakan lebih dari sekadar diri mereka sendiri.

Menurut Diaz, seks adalah sesuatu yang besar karena menimbulkan rasa menyenangkan. Namun, bukan berarti tidak ada orang yang menganggap seks tak lebih penting dari keintiman. Seks, kata dia, dapat ditemukan dan didapatkan kapan saja, sedangkan keintiman terjadi sendiri, dimulai dari dalam diri. Selain itu keintiman juga tidak dapat dipaksakan dan dipalsukan.

Yang bisa kita lakukan adalah menjadi diri paling baik. Dan tahu bahwa pada akhirnya hari, orang-orang akan tumbuh untuk tertarik kepada diri kita secara alami dari waktu ke waktu. (ER)

Komentar