Kopi Darat Netizen NU di Kantor PBNU. Foto Dok. @nahdlatuloelama
Kopi Darat Netizen NU di Kantor PBNU. Foto Dok. @nahdlatuloelama

NUSANTARANEWS.CO – Sekjen PBNU Helmy Faisal pada kesempatan bincang-bincang santai bertajuk Kopi Darat Netizen Nahdlatul Ulama membeberkan kegelisahannya terkait arus informasi yang diproduksi para pengguna media sosial dewasa ini. Dirinya mengaku prihatin ketika banyak orang salah kaprah memanfaatkan ruang lini masa tersebut.

“Banyak kelas menengah yang ingin belajar Islam namun salah “imam”. Mereka rata-rata belajar agama dari medsos. Kelas menengah banyak yang berimam kepada media sosial dan celakanya banyak yang keliru,” kata Helmy Faisal kepada para Netizen NU, di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (28/12/2016) siang.

Tranding Topic #KopdarNetizenNU
Tranding Topic #KopdarNetizenNU

Bahkan sekjen PBNU tersebut merujuk data yang dikeluarkan AJPPI mengatakan, setidaknya ada 132 juta orang yang menggunakan jejaring online di Indonesia. “Mereka rata-rata mencari informasi dan bermedia sosial. Media sosial yang paling tinggi digunakan adalah facebook lalu kemudian instagram. Ini artinya ada pergeseran dari teks ke grafik,” imbuhnya.

Selama ini, dirinya juga mencium adanya bukti nyata propaganda via media sosial dalam menyuburkan paham radikalisme dan gerakan ISIS. “Tidak kurang 46000 akun berafiliasi ISIS tersebar,” bebernya.

Menurut Faisal, dewasa ini dakwah mutakhir adalah dengan menggunakan medium media sosial. Maka menciptakan anak muda melek media harus degalakkan, khususnya di anak-anak muda NU.

“NU harus bangkit dan menguasai media sosial. Medsos yang santun dan beradab sebagai sarana dakwah,” tegasnya.

Acara yang dihadiri puluhan netizen dan pegiat jejaring online NU ini juga menghebohkan pengguna jagad media sosial. Dimana hastag #KopdarNetizenNU berhasil menjadi tranding topic nomor satu di Indonesia. (adhon/red-01)

Komentar