Plt. Dirjen Bimas Buddha, Nur Syam. Foto Dok. Kemenag
Plt. Dirjen Bimas Buddha, Nur Syam. Foto Dok. Kemenag

NUSANTARANEWS.CO – Sebagai negara yang memiliki banyak keberagaman suku, adat, budaya dan agama, Indonesia menjadi contoh dunia dalam membina kerukunan, khususnya kerukunan antar umat beragama. Untuk itu, Sekjen Kemenag Nur Syam dalam hal ini mengajak aparat sipil negara menyumbangkan kerukunan umat beragama.

Menurut Nur Syam, sebagai aparat sipil negara terlebih yang beragama Islam harus terus-menerus menyebarkan ajaran agama yang rahmatan lil alamin. Agama yang memberikan kedamaian dan keselamatan.

“Kita harus menjadi agen Islam yang menegakkan Islam wasathiyah, Islam yang moderat,” ujar Nur Syam di kutip dari laman Kemenag di Bandung, Senin (9/1/2017).

Baginya, falsafah hidup rukun, harmoni dan slamet menjadi bagian penting dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang harus terus dijaga dan dipraktikkan.

“Saya kira Indonesia bisa mengembangkan kerukunan beragama karena peranan umat Islam. Jika umat Islam tidak mengembangkan toleransi beragama maka pastilah di Indonesia tidak akan terjadi kerukunan umat beragama seperti sekarang,” terangnya.

Salah satu tugas Kementerian Agama, kata Nur Syam adalah meningkatkan pemahaman dan pengamalan beragama serta membangun kerukunan umat beragama. Makanya aparat sipil negara di Kemenag juga harus bisa menjadi pemuka agama yang baik serta mengembangkan paham dan perilaku agama yang baik pula. (red-01)

Komentar