Peristiwa

Sebut ‘Sembilan Naga’, Rizieq Shihab Kembali Dipolisikan

Habib Rizieq beserta rombongan saat di DPR didampingi Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah/Foto Deni/NUSANTARAnews
Habib Rizieq beserta rombongan saat di DPR didampingi Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah/Foto Deni/NUSANTARAnews

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Pimpinan Front Pembela Islam atau FPI, Rizieq Shihab kembali dilaporkan ke polisi. Rizieq dilaporkan ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, Sabtu (15/4/2017) kemarin, atas dugaan fitnah kepada pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat.

Rizieq diduga memfitnah Basuki-Djarot atas tuduhan didukung konglomerat ‘sembilan Naga’. Kumpulan pengusaha kaya-raya ini dikatakan menggelontorkan uang triliunan rupiah untuk pemenangan kandidat. Rizieq juga mempersoalkan adanya tuduhan Basuki-Djarot ‘membeli’ aparat keamanan.

Rizieq mengucapkan itu saat ceramah ketika tabligh akbar di Masjid Sunan Ampel, Surabaya, 11 April 2017. Video ceramah berdurasi satu jam itu sempat beredar luas di media sosial, termasuk di Youtube.

“Kami melaporkan karena ucapan yang berbau provokasi dan menyerang pasangan calon Basuki-Djarot dalam masa kampanye di putaran kedua ini,” tutur C Suhadi, perwakilan sukarelawan Basuki-Djarot, dalam keterangan tertulisnya, Senin (17/4/2017).

Menurut dia, ada kata-kata yang tidak etis disebutkan kepada pasangan petahana itu. Dia menilai perkataan Rizieq sebagai fitnah yang mencemarkan nama baik Basuki-Djarot. Sebab, tuduhan dilayangkan tanpa bukti yang memadai.

“Tudingan itu disampaikan tanpa didukung alat bukti, hanya perasaan kebencian yang mencuat,” ucapnya

Berdasarkan itu, pihaknya menempuh jalur hukum. Selain mempertanggungjawabkan perbuatan, upaya itu diharapkan menjadi kesempatan Rizieq membuktikan ucapannya. Untuk melengkapi laporan, pihak pelapor membawa sejumlah barang bukti. Namun, dia tak dapat merinci barang bukti itu.

Suhadi mengaku laporannya telah diterima oleh petugas. Tapi, sukarelawan berencana kembali ke Bareskrim pada Senin (17/4/2017) besok guna melengkapi laporan. “Kami disuruh kembali lagi, karena hari ini kan hari libur, jadi banyak petugas kepolisian yang libur juga,” imbuh dia. (*)

Reporter: Richard Andika

Komentar

To Top