Ilustrasi pasangan suami istri islami bermesraan di balik kelambu ranjang/Foto: fakta.co.id
Ilustrasi pasangan suami istri islami bermesraan di balik kelambu ranjang/Foto: fakta.co.id

NUSANTARANEWS.CO – Seorang psikoterapis, Karen Ruskin mengatakan salah satu hal yang mesti diketahui pasangan sebelum memutuskan untuk naik ke jenjangnya pelaminan adalah memastikan pasangannya susah tidak ada lagi perasaan sakit usai mengalami kegagalan dalam hubungan asmara dengan kekasihnya terdahulu. Menurutnya, amat penting rasanya pasangan menceritakan pengalaman tersebut, termasuk perihal seks agar di kemudian hari tidak menjadi permasalahan besar.

Sebuah hubungan pernikahan yang dilandasi rasa saling terbuka antar satu sama lain penting, apalagi memastikan pasangannya sudah tak lagi punya ekspektasi untuk menjalin hubungan dengan mantan kekasih.

“Apapun itu, memastikannya adalah hal yang perlu diketahui pasangan,” ujar Ruskin seperti dilansir Women’sDay, Jumat (29/12/2016).

Menurut Ruskin, di era teknologi ini bisa saja salah satu dari pasangan mencoba kembali menghubungi mantan kekasihnya, dan bila dilakukan maka tak menutup kemungkinan akan menimbulkan harapan dan ekspektasi agar bisa bersama lagi, mengulangi serta melanjutkan kisah asmara yang sempat gagal.

“Dalam beberapa tahun terakhir, masalah utama adalah penggunaan teknologi,” kata Ruskin.

Berangkat dari pengalaman para klien yang pernah ditanganinya, Ruskin mengatakan mereka sering menjalin komunikasi kembali dengan mantan kekasihnya, misalnya melalui media sosial. Bahkan, kata dia, karena jalinan komunikasi tersebut berjalan lancar, maka pasangan lebih sering menghabiskan waktu di media sosial.

“Ini mungkin tampak seperti masalah sepele sekarang, tapi dapat meledak menjadi sesuatu yang besar karena langsung terhubung dengan harapan. Anda punya ide ini di kepala anda ketika anda akan menikah, itu dapat menyebabkan banyak konflik,” ungkap dia.

Tapi, lain cerita jika pasangan menceritakan permasalahan seperti ini jauh-jauh hari sebelum pernikahan itu benar-benar dilaksanakan. Untuk itu, kata dia, pasangan dirasa perlu membuat semacam aturan pada diri sendiri untuk sekadar tak terlalu sibuk bermain ponsel. Dengan begitu, tambahnya, pasangan akan mudah menyikapi jika suatu saat mantan kekasih tiba-tiba saja menghubungi dan berusaha menjalin komunikasi kembali. (Er)

Komentar

SHARE