Berita Utama

Sasaran Pencapaian Keamanan dan Kesejahteraan

Letjen TNI (PURN) Sjafrie Sjamsoeddin/Foto: Dok. POSKO SS

Kolom Letnan Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin

NUSANTARANEWS.CO – Proses timbal balik aspek keamanan nasional dan aspek kesejahteraan masyarakat yang dijelaskan baik melalui pendekatan Astagatra maupun empirik menggunakan metoda induktif (evident base), telah memberikan wajah baru interkoneksitas kedua aspek tersebut. Hal ini disebabkan karena peran tersebut diletakkan dalam suatu kondisi yang sangat dinamis yang belum pernah dialami bangsa ini sepanjang sejarah perjalanan dan sejak kemerdekaannya.

Pengaruh lingkungan strategis yang begitu kuat dan datang, justru dari luar batas negara. Situasi tersebut telah membawa suatu nilai-nilai baru yang mengubah perilaku bangsa dalam banyak hal.

Nilai-nilai moral dalam ideologi Pancasila mendapatkan penekanan unsur-unsur universal yang diperkenalkan pada era krisis. Dengan demikian nilai-nilai hak asasi manusia serta demokrasi, harus menjadi kandungan sasaran pencapaian keamanan dan kesejahteraan.

Dengan memperhatikan seluruh rangkaian sebab akibat dalam dimensi krisis ekonomi, maka di samping kandungan nilai-nilai global, suatu sasaran pencapaian keamanan dan kesejahteraan harus mencapai 2 aspek utama.

Pertama, aspek tindakan. Yakni segala tindakan yang ditujukan bagi terwujudnya keamanan dan kesejahteraan masyarakat, dimana yang terbaik adalah upaya penangkalan atau meminimalkan sebab, daripada upaya memadamkan akibat yang terjadi.

Kedua, aspek subjek tindakan. Yakni aspek pemeran utama dari proses pencapaian keamanan dan kesejahteraan, dalam hal ini unsur sumber daya manusia yang terlibat dalam seluruh rangkaian proses.

Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, maka sasaran yang diharapkan untuk menyeimbangkan pencapaian keamanan dan kesejahteraan dirumuskan sebagai berikut:

  1. Menggali potensi masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam menangani masalah penurunan kualitas hidup akibat krisis ekonomi, dengan sasaran meminimalkan kemungkinan timbulnya problem baru, melalui penelusuran akar permasalahan yang berkaitan dengan kebijakan keamanan dan kesejahteraan.
  2. Menurunkan tingkat gejolak permasalahan sosial, melalui pemberdayaan aspek sumber daya manusia yang dalam hal ini antara lain akan meningkatkan mutu pelayanan sosial dan fasilitas umum serta mendukung proses pengentasan kemiskinan dan pengangguran, dimana diharapkan akan secara tepat menanggulangi masalah kesejahteraan yang timbal balik dengan masalah keamanan.

Semua sasaran ini mau tidak mau harus dalam kerangka aspek Ketahanan Nasional yang utuh dengan visi kebangsaan yang kuat, serta mengandung unsur menjunjung tinggi hak asasi manusia, demokrasi, di samping juga memiliki kandungan unsur kesiapan masyarakat yang tinggi melalui mekanisme penanganan masalah keamanan dan kesejahteraan yang mantap, perlu dirumuskan dalam suatu strategi yang seimbang antara aspek keamanan dan kesejahteraan dalam mengatasi dampak krisis ekonomi, tanpa melupakan landasan idiil bangsa, yakni Pancasila dan UUD 1945.[]

Baca: Krisis Ancam Kesejahteraan dan Picu Masalah Keamanan

Editor: Romandhon

Komentar

To Top