Presiden sarbumusi Saiful Bahri Anshory (Tengah) saat mengisi acara diskusi/Foto: Dok. Sarbumusi NU
Presiden sarbumusi Saiful Bahri Anshory (Tengah) saat mengisi acara diskusi/Foto: Dok. Sarbumusi NU

NUSANTARANEWS.CO, Jember– Serikat Buruh Muslim Indonesia (Sarbumusi) berupaya untuk menjadi organisasi buruh yang akan berjuang untuk menjamin hubungan yang harmonis antara pekerja perusahaan dan pengusaha.

Dalam dinamika politik perburuhan yang cukup dinamis dengan adanya dorongan apindo untuk merevisi regulasi yang sudah ada dan isu-isu perburuhan terkait digitalisasi work dan buruh layak. Sarbumusi akan melakukan advokasi setiap kebijakan yang akan di ambil oleh pemerintah yang itu dianggap merugikan perusahaan dan pekerja perusahaan.

Dalam Diskusi yang berlangsung di Royal Hotel ‘n Lounge Jember, Senin (20/2/2017), Presiden sarbumusi Saiful Bahri Anshory menegaskan akan siap membantu penyelesian setiap perselisihan hubungan industrial yang terjadi dan menjamin hubungan yang harmonis antara pekerja perusahaan dan pengusaha.

Lantaran Sarbumusi mempunyai peranan yang sangat penting dalam memberdayakan, melindungi dan mensejahterakan anggota, Maka sarbumusi akan mengambil langkah-langkah yang kongkrit untuk mencapai visi-misi sarbumusi.

“DPP Sarbumusi mempunyai 2 program besar yang pertama meningkatkan Kesejahteraan buruh diluar upah melalui koperasi, yang akan di soft lounching bulan depan. Yang kedua, penguatan sistem advokasi yang kuat di DPP Sarbumusi melalui LBH sarbumusi,” kata Saiful Bahri.

Menurut Saiful, dunia politik perburuhan realitasnya selalu tidak adil dan menimbulkan ketidakadilan. “Maka kita harus meningkatkan solidaritas dan soliditas dalam ruhul jihad melawan segala bentuk ketidakadilan terhadap buruh, buruh warga NU, dan buruh se-Indonesia,” imbuhnya.

Saiful menegaskan, Sarbumusi akan berusaha meningkatkan peran strategisnya dilevel internasional. “Dalam periode ini akan diselesaikan untuk melakukan afiliasi dengan ITUC, sebagai bagian strategis untuk meningkatkan peran warga NU, buruh NU dalam kancah politik perburuhan Indonesia dan dunia,” kata Saiful.

Pewarta: Ucok Al Ayubbi

Komentar