Rizal Ramli dan Beberapa Tokoh Nasional Hadiri Haul Gus Dur Oleh DPP PKB. Foto Hatim/Nusantaranews
Rizal Ramli dan Beberapa Tokoh Nasional Hadiri Haul Gus Dur Oleh DPP PKB. Foto Hatim/Nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO – Sudah 16 tahun lamanya ekonomi Indonesia berjalan. Tercatat sejak dari pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) hingga Presiden Joko Widodo (Jokowi). Namun sampai saat ini, Badan Pusat Statistik (BPS) dalam rilis akhir tahunnya menjelaskan ekonomi nasional Indonesia masih berada pada kisaran 5,02%.

Kondisi ini tentu berbanding terbalik dengan era presiden Gus Dur yang mampu mengangkat ekonomi Indonesia dari yang semula terjun bebas di angka 0,7% menjadi 3,5%. Dalam hal ini, Mantan Menteri Keuangan era pemerintahan Gus Dur, Rizal Ramli ‘membocorkan’ fakta mengejutkan tentang ekonomi Indonesia saat itu.

“Zaman Gus Dur kita diwarisi ekonomi negatif dan minus. Alhamdulillah bisa kita ubah dari 0,7% jadi 3,5 %,” beber Rizal Ramli saat menghadiri Tahlil dan Manaqib oleh DPP PKB di Jl. Raden Saleh, Jakarta Pusat, Selasa (27/12/2016).

Capaian tersebut terbilang fantastis mengingat usia pemerintahan Gus Dur hanya berjalan singkat yakni 1,5 tahun. Apalagi ditambah Indonesia saat itu masih diwarnai ketidakjelasan pasca meledaknya Reformasi 98 yang berdampak sistemik pada ekonomi nasional.

Karena itulah dirinya berpendapat bahwa sudah saatnya Indonesia move on (bangkit). Ia juga menyebutkan bahwa Gus Dur adalah sosok yang memiliki pemikiran-pemikiran besar yang harus terus diperjuangkan.

“Saya pikir sudah waktunya kita move on. Karena pikiran-pikiran Gus Dur sangat besar untuk dilakukan dan diperjuangkan,” terang mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia era Presiden Jokowi.

Semasa menjadi presiden, Gus Dur selalu mendengungkan tentang ajaran pluralisme dan kebersamaan. Ini terbukti bagaimana kiprah Gus Dur sebagai sosok pengayom bagi kelompok minoritas dan tertindas.

“Saat Gus Dur jadi Presiden, Gus Dur melindungi minoritas, bukan menindas. Inilah yang diajarkan pada kita,” terang Rizal Ramli. (emka/red-01)

Komentar