Ekonomi

‘Rumah Indonesia’ Segera Dibuka di Pusat Wisata Favorit di Eropa

Sekretaris Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Ari Satria membuka acara Sosialisasi Program Pengembangan Ekspor Ditjen PEN/Foto: DOk. Humas Kemendag
Sekretaris Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Ari Satria membuka acara Sosialisasi Program Pengembangan Ekspor Ditjen PEN/Foto: DOk. Humas Kemendag

NUSANTARANEWS.CO – Strategi menggenjot ekspor nasional dengan membuka ‘Rumah Indonesia’ di luar negeri terus dilakukan secara intensif oleh Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) Kementerian Perdagangan (Kemendag). Kali ini ‘Rumah Indonesia’ seluas 200 meter persegi bakal dibuka di Las Palmas, Spanyol.

Sekretaris Ditjen PEN, Ari Satria, mengungkapkan bahwa pembukaan ‘Rumah Indonesia’ tersebut sebagai showcase produk-produk Indonesia yang ditampilkan melalui sinergi dengan perusahaan Spanyol, Kunandia S.L, yang selama ini mengimpor produk-produk Indonesia.

“Rumah Indonesia diharapkan dapat menjadi showcase produk unggulan Indonesia, termasuk kuliner Indonesia di Spanyol,” ungkap Ari Satria seperti dikutip dari siaran pers yang diterima Nusantaranews, Jakarta, Kamis (29/12/16).

Saat mengunjungi Spanyol belum lama ini, Ari pun bertemu dengan CEO Kunandia S.L. Doña Alicia Navarro Ramos, Direktur Kunandia S.L. Jonathan D. Henriquez Navarro, dan Head of Foreign Trade, Elis Murniawati.

Ari Satria menegaskan, Port of Las Palmas di Kepulauan Canaria merupakan gerbang utama suplai logistik dan jasa transportasi dari Benua Afrika dan Benua Amerika.

“Wilayah Kepulauan Canaria, Semenanjung Iberia, dan Eropa Selatan dapat menjadi jembatan (entry hub) masuknya produk Indonesia ke negara-negara Eropa dan Afrika,” ujarnya.

Kehadiran ‘Rumah Indonesia’ di Las Palmas dapat memfasilitasi pengusaha dari Indonesia dan Spanyol untuk mencari mitra bisnis dan melakukan kontak dagang, sehingga dapat meningkatkan neraca perdagangan di antara kedua belah pihak.

Saat ini, neraca perdagangan nonmigas Indonesia terhadap Spanyol tahun 2015 masih menunjukkan surplus, yaitu mencapai lebih dari US$1,01 miliar. Namun dibandingkan tahun 2014, angka tersebut menunjukkan penurunan surplus sebesar US$1,42 miliar.

Oleh karena itu, Ari Satria mengatakan, penurunan nilai ekspor nonmigas Indonesia ke Spanyol harus segera diantisipasi.

“Di luar produk- produk primer yang selama ini mendominasi ekspor nonmigas Indonesia ke Spanyol, kita harus lebih mempromosikan produk ekspor nonmigas lainnya seperti produk furnitur dan perikanan. Masih banyak lagi produk yang perlu kita promosikan lebih gencar dan lebih aktif untuk mendekati para importir di wilayah Spanyol,” katanya.

Tak lupa, Ari Satria pun memberi apresiasi dan penghargaan kepada Kunandia S.L. atas inisiatif dan kerja sama dalam perencanaan pembukaan ‘Rumah Indonesia’ di Las Palmas.

“Ditjen PEN akan mendukung penuh rencana ini dengan memberikan informasi tentang peluang pasar seperti basis data produk unggulan Indonesia, eksportir Indonesia, daerah sentra produksi di Indonesia, maupun informasi lainnya yang terdapat di unit kerja Kementerian Perdagangan,” ujarnya.

Sekadar informasi, Las Palmas merupakan satu dari tujuh pulau yang berada di Kepulauan Canaria. Las Palmas merupakan salah satu tempat tujuan wisata favorit bagi wisatawan di wilayah Eropa maupun Afrika karena keindahan pantainya. Pada tahun 2015, kunjungan wisatawan mencapai 11.589.715 jiwa, jauh melebihi populasi penduduk Las Palmas yang hanya sebesar 847.00 jiwa.

Sebelumnya, pada tahun 2004, Ditjen PEN yang saat itu bernama Badan Pengembangan Ekspor Nasional (BPEN), pernah bekerjasama dengan Kunandia S.L., dan Pemerintah Kota Las Palmas mengadakan pameran ‘La Exposicion Internacional de Artesania Canarias-Indonesia’. Kerja sama ini berlanjut pada tahun 2005 saat menghelat pameran ‘La II Feria Internacional de Artesania Mexico-Indonesia-Ingenio’.

Sejak 80 tahun yang lalu, Kunandia S.L telah melakukan impor produk Indonesia untuk dipasarkan di Spanyol dan Kepulauan Canaria pada khususnya. Ketertarikan dan keseriusan Kunandia S.L. dalam membantu promosi produk Indonesia salah satunya ditunjukkan dengan mengajak 2 orang importir dari Kepulauan Canaria untuk melihat secara langsung produk-produk unggulan Indonesia pada gelaran Trade Expo Indonesia (TEI) ke-31 bulan Oktober 2016 lalu. Salah satu importir menyatakan ketertarikannya pada produk coklat dari Indonesia dan mi instan yang diproduksi oleh perusahaan Indofood. (Deni)

Komentar

To Top