Robot seks. (Ilustrasi)

NUSANTARANEWS.CO – Robot seks sebetulnya bukan fenomena baru di dunia. Sebab, fenomena tak umum ini sudah ada sejak lama dan diprediksi akan mencuat serta jadi bahan perbincangan di era teknologi.

Karuan saja, di tengah-tengah derasnya arus teknologi kini robot seks mulai diperdebatkan. Pasalnya, sejumlah perusahaan penyedia robot kini berlomba-lomba menciptakan robot cerdas yang dapat berperan layaknya manusia.

RealDolls misalnya, sebuah perusahaan pencipta robot yang berbasis di California ini berambisi untuk membuat boneka seks yang dapat menyerupai manusia tingkah lakunya. Tak tanggung-tanggung, RealDolls akan membuat sang boneka tampil cerdas yang siap diluncurkan tahun depan. Jika rencana peluncuran ini benar-benar terjadi, maka benar pulalah ramalan Dr David Levy bahwa akan tiba sebuah era di mana manusia yang sudah semakin cerdas akan membutuhkan robot.

Ternyata, ide menciptakan robot cerdas ini disebutkan karena menyesuaikan tren dan gaya hidup manusia yang kini tengah gandrung dan intim dengan smartphone.

“Kami memiliki robot sebagai mitra pendamping sebagai konsekuensi logis dari tren dan gaya hidup. Dalam 10 tahun ke depan, itu akan tercipta secara sempurna melalui perangkat lunak di mana keberadaan mereka (robot, red) sesuai dengan kebutuhan untuk dijadikan pasangan seperti memiliki rasa kasih sayang, hormat, percaya dan tanpa pernah mengeluh,” kata RealDolls dalam sebuah konferensi seperti dilansir BBC.

“Orang akan mendapatkan robot yang agresif sehingga mereka tertarik, bahkan akan menikahinya,” tambah mereka.

Fenomena robot seks atau boneka seks ini telah mengejutkan sejumlah negara. Bahkan, pemerintah Malaysia telah mengambil ancang-ancang melarang peredaran robot seks di negaranya. Hal inilah yang memicu sejumlah negara lainnya yang masih cenderung berpandangan konservatif mulai memperdebatkan robot atau boneka seks ini.

Terlepas dari itu, baru-baru ini telah muncul sebuah perangkat bernama The Kissinger yang memfasilitasi pasangan agar dapat berciuman satu sama lain lewat bantuan koneksi internet. Hanya dengan menempelkan bibir di bagian bantalan plastik yang terdapat di sarung ponsel pintar, orang akan merasakan sensasi getaran yang dihasilkan dari bibir ke The Kissinger. Ide ini lahir dari seorang siswa sekolah dari desain media di Keio University di Minato, Jepang. Idenya adalah untuk memungkinkan pecinta jarak jauh untuk memiliki keintiman fisik. Satu ciuman kepada pasangan lewat perangkat tersebut akan menimbulkan suara dan getaran yang dapat dirasakan kekasihnya.

Jadi kesimpulannya, robot atau boneka seks serta perangkat The Kissinger adalah wujud nyata betapa teknologi hendak menggantikan peran manusia dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk ihwal seksual.

Pewarta: Eriec Dieda

Komentar