Artikel

Robot Pelacur, Pengganti Wanita Panggilan di Masa Depan

Robot Pelacur

Ilustrasi Robot Pelacur/sumber.smh.com.au

NUSANTARANEWS.CO – Sejarah manusia membuktikan sebagian besar hidup dengan memanfaatkan teknologi untuk berbagai kepentingan. Termasuk dalam hal kepuasan seks.

Fotografi, sinematografi, internet, karet vulkanisir, dan mesin cetak, semua disalahgunakan sedemikian rupa tak berapa lama setelah ditemukan, dan masa depan pun sepertinya tidak akan ada yang berbeda. Bedanya secara visual akan terlihat lebih berkualitas.

Bahkan, pada tahun 2050 nanti, para wanita panggilan akan tergantikan oleh robot pelacur. Memang menggelikan. Tapi ini jelas bukan sekedar kata-kata.

Sekira 30 tahun lagi, dunia bisa menjadi sebuah tempat prostitusi yang melibatkan manipulasi dalam kecerdasan buatan dan robotika untuk tujuan kesenangan. Saat ini kita telah membuat komputer yang hampir secerdas otak manusia, dan mungkin pada tahun 2030 komputer sudah menyamai kecerdasan kita.

Coba bayangkan kemajuan yang besar dalam robotika ini dimanfaatkan oleh para pengusaha busuk untuk membuat tempat prostitusi otomatis yang pertama. Pada saat itu, akan terjadi benturan budaya. Ketika mesin bisa bermain dengan setiap fantasi kita, apakah kita menyambutnya dengan suka cita? Ataukah akan terjadi pertentangan besar-besaran yang mengerikan dari para penjaga moral.

Seluruh pemahaman kita tentang seksualitas manusia mungkin akan berubah dalam waktu singkat, dan dampak dari pergeseran tersebut pasti akan sangat besar. Manusia akan mempunyai kreatifitas nyeleneh yang tak terbayangkan di masa depan.

Dalam sebuah makalah dua ilmuwan asal Selandia Baru, Ian Yeoman dan Michelle Mars dari Victoria Management School di Wellington, yang berjudul ‘Robots, Men and Sex Tourism’, keduanya menulis tentang rumah bordil khayalan populer di salah satu sudut kota di Amsterdam, Belanda bernama Yub-Yum. “Yub-Yum menjadi rumah bordil modern dengan ratusan robot PSK cantik berambut pirang, mengenakan lingerie dan G-string yang menggairahkan,” demikian cuplikan makalah riset tersebut yang dilansir Daily Telegraph.

Untuk menikmati semua layanan robot seks, mulai dari lap dancing hingga bercinta, pengunjung akan dikenai biaya sekitar USD 9.500. Robot PSK yang dihadirkan pun akan beragam etnik, bentuk tubuh, usia, bahasa maupun fitur seks yang diinginkan pelanggan.

Yeoman dan Mars beranggapan, dengan tidak lagi mengekploitasi kaum wanita, prostitusi akan berada pada tingkatan baru yang lebih terhormat. Mereka menyatakan, semua robot seks yang diperkirakan akan menggunakan OS Android ini akan diprogram untuk melakukan setiap layanan dengan sempurna dan memuaskan hasrat pelanggan. (RAFIF/AHMAD)

 

Komentar

To Top