Connect
To Top

Resahkan PKI Gaya Baru di Indonesia, TAP MPR Harga Mati

NUSANTARANEWS.CO – Keresahan publik Indonesia kembali diusik setelah beredar berbagai simbol-simbol berbau PKI mencuat. Sebelumnya simbol palu arit telah muncul di uang kertas dan yang terbaru di Langsa, Aceh, sebuah gambar yang merupakan atribut partai komunis juga muncul dan menghebohkan warga sekitar.

Sekalipun PKI telah dibubarkan sejak lama namun tampaknya, kebangkitan PKI yang disebut Neo-PKI akhir-akhir ini mulai kembali dirasakan publik Indonesia. Sebagai gerakan ilegal, Neo-PKI bergerak dengan halus dan rapi, sehingga sulit terdeteksi.

“Hampir semua gerakan rahasia modelnya seperti fenomena gunung es, yang muncul dipermukaan cuma sedikit, nah tapi hari ini gerakan PKI ini sudah menjadi keresahan publik. Kita banyak melihat simbol foto-foto PKI kemudian di uang kertas kita muncul simbol palu arit,” kata Ketua PB Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Muyadi P. Tamsir, kepada Nusantaranews, Rabu (14/12/2016).

Baca: Grand Design Neo-PKI Mulai Resahkan Publik.

Oleh karena itu, bagi Mulyadi, sebagai generasi muda Islam dan umat Islam, dirinya mengingatkan kembali untuk menengok sejarah bagaimana kehadiran PKI masa lalu, bahwa bagaimanapun keberadaan PKI berkali-kali talah menjadi ancaman serius terhadap Republik Indonesia dan juga Pancasila.

“Tidak boleh juga kita menganggap bahwa seluruh keturunan PKI itu juga ikut PKI. Tapi kita perlu melihat sekarang secara kasat mata bahwa gerakan PKI perlu untuk diantisipasi,” ujar dia.

Baca: Di Indonesia Memang Ada 3 Basis Kekuatan

Untuk itu, menurut Mulyadi, wacana pemerintah untuk mencabut Ketetapan MPRS Nomor 25 Tahun 1966 tentang Pembubaran Partai Komunis Indonesia (PKI) dinilai sangat politis dan aneh. Sebab komunis adalah musuh terbesar Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia.

“TAP MPR tidak boleh dicabut. Sejarah masa lalu itu sudah jelas bahwa ideologi PKI mengancam. Mangancam keutuhan bangsa Indonesia dan mengancam ideologi Pancasila. Ini penting, supaya kedepan nanti tidak ada lagi sejarah yang terulang. Bagaimanapun ideologi PKI tidak boleh ada di Indonesia,” tegas Mulyadi.

Baca: PKI Masih Tetap Eksis Sampai Sekarang. (Adhon/Red)

Komentar