Alutsista TNI AL/Ilustrasi/Foto via Antara/Yudhi Mahatma
Alutsista TNI AL/Ilustrasi/Foto via Antara/Yudhi Mahatma

NUSANTARANEWS.CO – Direktur Eksekutif Indonesian Moeslim Crisis Centre (IMC2), Robi Sugara, mengungkapkan bahwa rencana Pemerintah yang akan membangun pangkalan militer di Natuna sudah sangat tepat.

Hanya saja, menurut Robi, pembangunan pangkalan militer tersebut kemungkinannya tidak akan maksimal. Pasalnya, pertahanan juga tergantung pada perekonomian nasional.

“Indonesia sudah sangat tepat melakukan itu (membangun pangkalan militer). Imbasnya tentu bisa menangkal pembajakan, khususnya pencurian ikan di perairan kita. Cuma masalah pertahanan juga bergantung pada perekonomian kita. Saat ini Jokowi banyak memangkas anggaran karena defisit anggaran, ini tentu mempengaruhi anggaran pertahanan,” ungkap Robi saat dihubungi Nusantaranews, Jakarta, Sabtu (16/7/2016).

Apabila anggaran pertahanan dipangkas, lanjut Robi, maka dikhawatirkan kekuatan militer Indonesia akan berkurang dalam menjaga wilayah perbatasan dan ribuan kapal milik warga Indonesia yang sedang berlayar.

“Kalau menangkal pencurian ikan sudah lumayan Indonesia, itu karena menterinya serius dan ngerti soal itu. Tapi kan perairan Indonesia bukan hanya pencurian ikan, tapi juga harus bisa menjaga ribuan kapal yang ada di perairan kita,” ujar Alumni Jurusan Tarjamah Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu.

Dalam menyiasati pemangkasan anggaran tersebut, Robi menambahkan, Pemerintah harus bisa melakukan inovasi-inovasi yang signifikan. “Itu pertama harus kerja sama antar negara, dan kedua yang efektif itu pakai drone, pesawat tanpa awak,” katanya. (Deni)

Komentar