Ekonomi

Reklamasi Pulau G Dilanjutkan, Dahnil: Watak Kekuasaan yang Merawat Nalar Rente

Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak/Foto nusantaranews via panjimas

Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak/Foto nusantaranews via panjimas

NUSANTARANEWS.CO – Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengungkapkan bahwa keputusan Pemerintah melanjutkan pembangunan Reklamasi Pulau G menunjukkan watak kekuasaan yang merawat nalar rente yang mencampakkan nilai kemanusiaan, keadaban dan hukum.

“Pembangunan ekonomi sekedar dimaknai tentang memperoleh uang dan melindungi investor besar, mencampakkan mereka yang miskin dan tidak berdaya,” ungkapnya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (14/9/2016).

Pasalnya, menurut Dahnil, keputusan melanjutkan Reklamasi telah mengabaikan keputusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) yang memerintahkan untuk menghentikan Reklamasi tersebut, yang sebelumnya juga telah dimoratoriumkan oleh Mantan Menko Maritim Rizal Ramli.

“Pemerintah telah melawan keputusan hukum, dan bagaimana mungkin rakyat bisa berharap dengan Pemerintah yang dengan terang benderang melawan hukum Demi kepentingan pemilik modal,” ujarnya.

Oleh karena itu, Dahnil mengharapkan agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) segera menghentikan Reklamasi Pulau G tersebut demi rakyat.

“Presiden Joko Widodo harus menghentikan watak rente seperti ini, yang mengabaikan kemanusian, keadaban dan hukum. Bila tidak rakyat pasti akan sangat marah,” katanya menambahkan. (Deni)

Komentar

To Top