ANGGOTA PEMUDA PANCASILA KABUPATEN PONOROGO MELAKUKAN AKSI UNJUKRASA TERKAIT PENGGALANGAN DANA KORBAN LONGSOR OLEH PEMKAB PONOROGO. (FOTO : MUH NURCHOLIS)
ANGGOTA PEMUDA PANCASILA KABUPATEN PONOROGO MELAKUKAN AKSI UNJUKRASA TERKAIT PENGGALANGAN DANA KORBAN LONGSOR OLEH PEMKAB PONOROGO. (FOTO : MUH NURCHOLIS)

NUSANTARANEWS.CO, Ponorogo – Bencana alam Tanah Longsor di Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Ponorogo, Jatim awal April lalu dibarengi dengan pembukaan 4 rekening bank atas nama Pemkab Ponorogo Peduli Longsor Banaran ternyata masih menimbulkan pro dan kontra. Salah satunya dari MPC Pemuda Pancasila Ponorogo.

MPC Pemuda Pancasila Ponorogo melakukan unjukrasa di Gedung DPRD Ponorogo, Jalan Aloon-Aloon Timur Ponorogo, Senin (17/4/2017). Protes MPC Pemuda Pancasila memang cukup beralasan, pasalnya hingga kini donasi korban longsor tersebut sudah mencapai 1,1 Milyard Rupiah lebih.

Saat melakukan aksinya tersebut, puluhan anggota Pemuda Pancasila Ponorogo meminta dewan untuk konfirmasi kepada Pemkab Ponorogo tentang dasar hukum pembukaan rekening Pemkab Ponorogo Peduli Longsor Banaran

Para demonstran mengaku kecewa kepada Pemkab Ponorogo atas pembukaan rekening yang mengatasnamakan korban bencana longsor. “Yang membuka rekening seharusnya dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Ponorogo. Pemerintah Kabupaten Ponorogo harus tanggungjawab,” ujar Faiz Notonegoro selaku Koordinator aksi.

Dalam orasinya Faiz juga mempertanyakan tentang dasar hukum  pembukaan rekening, penanggungjawabnya. “Juga SOP penyaluran maupun mekanisme pertanggungjawabannya,” paparnya

Lebih lanjut, pihak Pemuda Pancasila Ponorogo berharap dana yang dikumpulkan dari rekening harus harus disalurkan dengan prosedur yang benar.

“Kami khawatir ada penyimpangan dana dari pengumpulan inu, juga harus ada transparansi dana yang masuk dan audit data keseluruhan,” bebernya.

Pun Faiz menegaskan jika pihak Pemuda Pancasila Ponorogo mengindikasi semakin lama mengendap di bank pastinya ada bunga bank dan hal ini menjadi rawan untuk penyimpangan.

“Di sisi lain mereka berharap untuk bantuan segera dialokasikan kepada korban agar korban tidak terbebani, jangan menggunakan kesempatan dalam kesempitan. Kasihan wong cilik,” tegasnya.

Terlihat beberapa spanduk yang mereka bentangkan berisi tulisan yang mengritik langkah pembukaan rekening donasi bagi korban longsor oleh Pemkab Ponorogo. Diantaranya, “Jangan jadikan bencana sebagai lahan mencari keuntungan”,  “Ada apa di Ponorogo,  pemerintah harus bertanggungjawab atas bencana di Ponorogo”, itulah beberapa bunyi spanduk para pengunjuk ras.

Pewarta: Muh Nurcholis
Editor: Achmad Sulaiman

Komentar