Berita Utama

Refleksi Sumpah Pemuda, Ibas: Pemuda Mesti Jadi Bagian Dari Kemajuan Bukan Kebuntuan

Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono/Foto: Istimewa
Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono/Foto: Istimewa

NUSANTARANEWS.CO – Politisi muda Edhie Baskoro Yudhoyono mengajak generasi muda Indonesia memperingati Hari Sumpah Pemuda dengan mengobarkan semangat dan cita-cita mewujudkan Indonesia maju dan sejahtera. Dengan demikian generasi muda Indonesia bisa proaktif berkontribusi secara konkrit di seluruh sektor pembangunan.

“Ayo pemuda Indonesia jadi bagian dari ‘Kemajuan’, bukan ‘Kebuntuan’; melalui aksi-aksi nyata, penuh karya dan penuh prestasi, sekaligus mewujudkan Indonesia tanpa diskriminasi,” ujar lanjut Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI itu, memaknai hari Sumpah Pemuda di Jakarta.

Ibas mengatakan dalam konteks perjuangan adalah generasi muda harus senantiasa belajar, bekerja keras dan menghormati jasa semua tokoh-tokoh bangsa, pahlawan dan senior terdahulu dalam melanjutkan perjuangan bangsa.

“Dalam Teks Sumpah Pemuda, kita banyak mendapatkan gambaran kobaran semangat para pemuda untuk meraih kemerdekaan RI. Dalam konteks kekinian, makna sumpah pemuda bertumpah darah satu untuk tanah air Indonesia dimaknai dengan kesungguhan hati dan niat generasi penerus bangsa untuk terus berkarya dan berprestasi membangun bangsa,” ujar wakil rakyat asal Dapil VII Jatim ini.

Lebih lanjut Ibas menambahkan spirit sumpah pemuda adalah mewujudkan Indonesia tanpa diskriminasi dalam segala bidang dan pemuda harus terus mengembangkan potensi diri untuk membangun.

“Generasi Muda yang juga merupakan ‘Generasi Millenial’ atau ‘Generasi Y’ harus mengambil bagian menjadi lokomotif pembangunan. Selalu memiliki spirit untuk terus belajar menguatkan kecerdasan karakter, memiliki semangat ‘harus bisa’, mampu berkarya dan berprestasi secara konkrit. Dalam kata lain generasi muda harus mencari jalan untuk maju bukan jalan buntu,” jelas Ibas.

Menanggapi anggapan bahwa pemuda masih disangsikan dari sisi pengalaman dan emosional, Ibas menilai hal itu justru sebagai koreksi dan tantangan. “Yang tua sudah pernah muda, tapi yang muda belum pernah tua,” ujarnya.

Tidak bisa dipungkiri, kata dia, pemuda identik dengan proses belajar sekaligus memperkaya pengalaman. Akan tetapi tidak bisa dipungkiri juga, bahwa pemuda identik dengan semangat, kreativitas dan inovasi. Sudah banyak contoh kesuksesan yang mampu diraih saat usia muda. Seperti, banyaknya mereka yang sukses dalam kejuaraan sains, olahraga, pendidikan akademik, gelar doktor, pengusaha, politisi, pejabat publik dan berbagai cerita kesuksesan lainnya.

“Jadi saya kira anggapan seperti itu dijadikan saja koreksi dan evaluasi untuk kita termotivasi dalam berkarya lebih besar. Yang jelas, generasi muda harus rasional bukan emosional tetapi tetap pragmatis konstruktif,” cetus Ibas. (Sulaiman)

Komentar

To Top