Peneliti Divisi Monitoring Hukum dan Peradilan Indonesia Corruption Watch (ICW) Emerson Yuntho. Foto: Dok. Kompas.com
Peneliti ICW Emerson Yuntho. Foto: Dok. Kompas.com

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Peneliti Divisi Monitoring Hukum dan Peradilan Indonesia Corruption Watch (ICW) Emerson Yuntho mengatakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) perlu membuat unit keamanan khusus yang independen.

Unit itu nantinya bertugas mengawal dan mengamankan personel di KPK agar kejadian seperti yang dialami penyidik KPK Novel Baswedan tidak terulang.

Untuk diketahui, Novel disiram air yang diduga air keras di bagian wajah oleh orang tak dikenal yang menyebabkan penglihatannya terganggu.

“Belajar dari kejadian upaya teror terhadap KPK selama hampir 14 tahun terakhir, maka sudah seharusnya KPK punya unit keamanan tersendiri (guardian of KPK),” ujar Emerson melalui keterangan tertulis, Sabtu (15/42017).

Unit tersebut, kata Emerson, dibentuk untuk melepaskan ketergantungan masalah keamanan di KPK dengan pihak lain, seperti kepolisian. Emerson mencontohkan tim SWAT yang melengkapi Kepolisian Amerika. “Mereka direkrut dan dilatih secara khusus dan bahkan dapat dipersenjatai,” kata Emerson.

Emerson mengatakan, unit keamanan KPK nantinya bertugas sebagai pengawal penyidik, pegawai, dan pimpinan KPK dalam kondisi khusus. Kemudian, tim tersebut juga melakukan operasi senyap atau pengamanan untuk membantu tugas-tugas di bidang penindakan, termasuk operasi tangkap tangan.

Selain itu, tim juga mengusut dan bisa menangkap pelaku teror terhadap KPK. Emerson menekankan, KPK harus merekrut sendiri anggota tim keamanan tersebut. “Sehingga memiliki loyalitas terhadap KPK, bukan ke instansi lain,” kata Emerson.

Reporter: Richard Andika
Editor: Achmad Sulaiman

Komentar