Forum Bimasena Energy Security Dialog/Foto Dok. Pribadi/Nusantaranews
Forum Bimasena Energy Security Dialog/Foto Dok. Pribadi/Nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Forum Bimasena Energy Security Dialog menggelar diskusi membahas berbagai pemikiran baru untuk mempercepat pencapaian ketahanan energi nasional. Bertempat di Grha Bimasena, Kamis (20/4/2017) diskusi tersebut diselenggarakan pertama kali sebagai bentuk nyata MoU yang ditandatangani oleh rektor Unhan, Letjen TNI Dr. I Wayan Midhio, M.Phil.

Pihak lain yang turut serta menandatangani MoU ialah ketua Kadin Rosan P. Roslani dan ketua Bimesena Prof. Dr. Subroto. Dalam acara ini, Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar hadir sebagai keynote speaker. Arcandra menyampaikan berbagai program pemerintah dalam memenuhi kebutuhan listrik masyarakat luas dan teknologi tepat guna yang dapat dikembangkan.

Selain itu, Dekan Fakultas Manajemen Pertahanan (FMP), Laksda TNI Dr. Amarulla Octavian sebagai salah satu panelis. Ia menjelaskan bahwa quintuple helix model (QHM) merupakan manajemen pemerintah dalam mewujudkan ketahanan energi nasional.

“QHM merupakan manajemen pengelolaan energi kewilayahan yang umumnya bersumber dari Energi Baru Terbarukan (EBT). QHM mensinergikan peran aktor masyarakat, industri, akademisi, PLN, dan pertahanan. Masyarakat turut dilibatkan dalam usaha pemenuhan kebutuhan listrik sebagai produsen bahan baku energi, tidak hanya sebagai end user,” jelas Octavian, Jakarta, Kamis (20/4/2017).

“Bagaimana peran industri elektronik mendukung pengalihan subsidi listrik dari daerah Elektrifikasi Tinggi ke daerah Elektrifikasi Rendah berbasis aplikasi Android untuk mendukung pendanaan,” tambah dekan FMP Unhan tersebut.

Adapun tema diskusi ini adalah Mewujudkan Program Nawa Cita: Powering the Archipelago.

Penulis: Eriec Dieda

Komentar