Ekonomi

Putusan Soal Impor Daging Penyebab Sulitnya Menurunnya Harga Daging

Daging impor. Foto Ilustrasi/IST
Daging impor/Foto Ilustrasi/Istimewa/Nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengungkapkan keterlambatan putusan soal impor menjadi penyebab harga daging sulit turun. Saat ini, harga daging terus bertahan di kisaran Rp 120.000 per kilogram.

“Bicara daging, pada 2014-2015 harganya Rp 80 ribu. Dan saat ini Rp 120 ribu, tidak turun-turun lagi,” ujar Enggar di Jakarta, Senin (3/4/2017).

Saat ini, pemerintah sudah memutuskan untuk mengguyur pasar dengan daging beku impor nan murah. Dengan begitu, harapannya, harga daging di pasaran bisa menurun.

“Impor daging beku kami lepas (tak ada kuota), karena kalau ada kuota akan terjadi transaksi lagi,” ucap dia.

Menurutnya, Kemendag juga sudah bekerja sama dengan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) untuk mengawasi tata niaga daging ini. “Kami kerja sama dengan KPPU, untuk tegas.”

Sebelumnya, Kementerian Pertanian menegaskan ingin menjaga stok daging sapi sebelum hingga sesudah bulan Ramadhan, Kementan dan Kemendag telah menyepakati beberapa langkah strategis.

Di antaranya, mencabut izin bagi importir yang tidak tepat waktu dan di blacklist terkait impor sapi bakalan. Kemudian, khusus untuk impor daging beku dievaluasi, bagi importir yang realisasi rendah dibawah 20 persen dicabut, kecuali importir pemula.

“Selain itu, bagi perusahaan yang realisasi impor yang nol langsung dicabut izinnya. Dengan upaya ini, kita pastikan stok daging sapi terus tersedia sehingga tidak terjadi gelojak kekurangan stok daging sapi,” ujar Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

Reporter: Richard Andika

Komentar

To Top