Ilustrasi Seks

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Ahli seksologi klinis dan keintiman Dr Anne Ridley mengatakan perlu adanya liburan untuk hubungan seksual pentratif pasangan. Terutama untuk pasangan yang mengalami masalah spesifik dalam hubungan intim mereka, baik secara emosi maupun seksualitas keduanya.

Dikatakan, jika pasangan tidak bias saling menjauh sejenak secara fisik, maka jeda seks bias menemukan triknya.

Ahli seksologi Dr Jess O’Reilly menambahkan, “Ketika otak tidak memiliki rangsangan, seperti dalam kasus kekurangan sensorik, misalnya, ia akan mencari rangsangan baru,” kata dia seperti dikutip Guardian.

Menurutnya, sudah umum bagi pasangan untuk menemukan metode koneksi dan sifat tarik baru saat mereka melakukan hubungan seks.

“Perampasan dapat membantu membangun hasrat dan meningkatkan intensitas respons fisik dan psikologis begitu anda kembali melakukan aktivitas seksual pada akhir seks dengan cepat,” tegas dia.

Orang tidak perlu pindah ketempat lain, bahkan hanya sekadar untuk jeda seks yang dipaksakan sesekali dapat bermanfaat bagi tingkat keintiman suatu hubungan.

Beberapa penegasan di atas berkaitan dengan fenomena pasangan yang di masa kini justru merasa semakin intim saat mereka memilih berhubungan jarak jauh alias LDR.

Di masa lalu, hubungan jarak jauh cenderung lebih banyak berakhir kegagalan. Namun kini, LDR justru membuat pasangan stabil dalam menjalani kehidupan emosional, keintiman dan seksualitas mereka. (ed)

Editor: Eriec Dieda

Komentar