Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. Foto Humas Kemenperin
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. Foto Humas Kemenperin

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mengapresiasi kinerja para pelaku industri keramik Indonesia yang mampu menembus pasa ekspor internasional. Menurutnya, saat ink industri keramik nasional sudah menjadi salah satu sektor unggulan untuk ekspor. Hal itu didukung oleh ketersediaan bahan baku berupa sumber daya alam yang tersebar di wilayah Indonesia.

Airlangga mengatakan, saat ini dengan kapasitas produksi keramik nasional sebesar 350 juta meter persegi. Maka dari itu, industri keramik telah mampu memenuhi kebutuhan keramik dalam negeri.

“Dengan jumlah kapasitas produksi saat ini, sekitar 87 persen untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri, dan sisanya untuk ekspor ke negara-negara di kawasan Asia, Eropa dan Amerika,” ujar Airlangga melalui keterangan resminya di Jakarta diterima, Jumat (17/3/2017).

Menperin meminta produsen keramik melakukan diversifikasi produk dengan berbagai desain serta menggunakan motif khas Indonesia untuk meningkatkan permintaan dari konsumen.

“Prospek industri keramik nasional juga dapat dilihat dari pemakaian konsumsi keramik di Indonesia yang masih lebih rendah dibandingkan di negara ASEAN lainnya,” jelas dia.

Menurut Airlangga, ada juga yang tidak kalah penting adalah industri keramik perlu melakukan pembaruan sarana dan prasarana penunjang produksi.

“Misalnya, modernisasi pabrik dengan teknologi digital printing serta menggunakan peralatan produksi keramik dengan ukuran besar sesuai tren pasar luar negeri dan domestik,” kata dia. Airlangga optimis bahwa industri keramik Indonesia mampu berkompetisi di era perdagangan bebas dan berekspansi ke mancanegara.

Reporter: Richard Andika

Komentar