Kreatifitas

Prodi PBSI UMK Bakal Hadirkan Sastrawan Nasional Suminto A. Sayuti

Sastrawan sekaligus Kritikus Sastra Indonesia, Suminto A. Sayuti. Foto Istimewa (Humas UMK)
Sastrawan sekaligus Kritikus Sastra Indonesia, Suminto A. Sayuti. Foto Istimewa (Humas UMK)

NUSANTARANEWS.CO, Kudus – Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muria Kudus (UMK), bakal menghadirkan sastrawan kenamaan Prof. Dr. Suminto A. Sayuti, Sabtu (8/4/2017) mendatang.

Kritikus sastra sekaligus dosen Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) itu akan menjadi pembicara tunggal dalam seminar yang mengusung tema “Dinamika Kritik Sastra Indonesia dan Pendidikan Karakter Bangsa”.

Kepala Prodi PBSI Mila Roysa S.Pd. M.Pd. melalui dosen Prodi PBSI Muhammad Noor Ahsin M.Pd., mengutarakan, pergerakan dan dinamika kritik sastra Indonesia, penuh dengan ragam penilaian. Meski ada anggapan kritikus sastra Indonesia kurang berkembang. Namun kenyataannya, kritik sastra Indonesia terus bermunculan.

“Karya sastra sendiri, bisa menjadi media pergerakan dan alternatif untuk penanaman pendidikan karakter bagi generasi bangsa. Sebab, karya sastra paling tidak memuat tiga hal, yaitu decore (memberikan sesuatu kepada pembaca), delectare (memberikan kenikmatan melalui unsur estetik), dan movere (mampu menggerakkan kreativitas pembaca),” katanya.

Ahsin mengatakan, secara umum karya sastra merupakan gambaran realitas kehidupan masyarakat, sehingga sastra bisa dipandang sebagai gejala sosial yang berkaitan dengan norma dan adat istiadat, memperdalam, dan memperkaya penghayatan pada manusia terhadap kehidupan.

“Karya sastra merupakan salah satu karya seni yang dibuat untuk kebutuhan batiniah, dengan unsur-unsur yang terkandung di dalamnya. Sebagai bagian dari karya seni, karya sastra pun mesti dapat memberikan makna dalam kehidupan ruhaniah pembaca atau penikmatnya,” jelas Ahsin. (Rosidi)

Editor: Achmad Sulaiman

Komentar

To Top