Lintas Nusa

Prinsip Proses Pembelajaran Multiple Intellegence

Penyampaian materi Perkuliahan tamu untuk mahasiswa diselenggarakan Prodi PBI FKIP UMK. Foto Rosidi/ Humas UMK
Penyampaian materi Perkuliahan tamu untuk mahasiswa diselenggarakan Prodi PBI FKIP UMK. Foto Rosidi/ Humas UMK

NUSANTARANEWS.CO, KudusHead of Stamphord International School Silvy Megawati menyampaikan bahwa proses pembelajaran dengan mengacu pada multiple Intellegence terdiri dari tujuh prinsip, yakni visual-spatial, bodily-kinestatic, musical, interpretation, intrapretation, linguistic, dan logical.

“Mengenai prinsip-prinsip pengajaran di kelas, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Yaitu need analysis, feed back, interaction, plan, assessment,” terang Silvy dalam acara kuliah umum di Ruang Seminar Lantai IV Gedung Rektorat, Universitas Muria Kudus (UMK), Rabu (5/4/2017) kemarin.

Hal serupa juga disampaikan oleh Head of Semarang International School, Shayne Kidd M.Ed. B.E.T. Kendati di hadapan mahasiswa semester VI itu, pihaknya lebih banyak mengajak peserta untuk terlibat dengan menganalisa secara bersama terkait tema yang diangkat dalam perkuliahan tamu tersebut.

Ada dua hal menarik yang oleh kedua pakar tersebut sampaikan, bahwa dalam aktivitas mengajar, seorang guru harus kreatif dalam menyampaikan materi, guru bisa menjadi aktor atau aktris profesional saat menghadapi peserta didik, dan memilih metode sesuai diri sendiri.

“Karena pada dasarnya, 1000 guru itu ada 100 metode juga dalam mengajar,” ujar Shayne Kidd di acara yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (Prodi) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMK itu.

Sementara itu, Kepala Prodi PBI FKIP, Diah Kurniati S.Pd M.Pd, menjelaskan, perkuliahan tamu bertajuk “Being a Teacher: Professional Privillege” sangat penting, dengan harapan mahasiswa bisa memiliki pemahaman mengenai pengayaan sumber belajar selain pembelajaran di kelas. Sehingga bisa bermanfaat selepas lulus dan menjadi seorang pendidik.

“Tujuan diselenggarakannya perkuliahan tamu ini, agar mahasiswa mendapatkan pengalaman dan pengetahuan langsung dari praktisi, bagaimana menjadi guru Bahasa Inggris yang profesional, baik di sekolah lokal maupun sekolah international,” ternag Diah Kuniati. (Rosidi)

Editor: Achmad Sulaiman

Komentar

To Top