Pribumisasi Pancasila: Kedepankan Kepentingan Nasional

0
Garuda Pancasila. Foto Ilustrasi/IST
Garuda Pancasila. Foto Ilustrasi/IST

NUSANTARANEWS.CO – Sebagai negara bangsa yang besar, Indonesia dibekali ideologi Pancasila yang luar biasa hebat. Sebuah falsafah negara yang apabila mampu diimplementasikan dalam laku kehidupan, maka kedamaian dan kesejahteraan terbentang untuk negara ini.

Namun, dewasa ini Pancasila seolah masih dipahami sebatas platform, belum mencapai pada level laku bagi masing-masing warga negara. Untuk itu, penting kiranya agar Pancasila bisa dijadikan landasan untuk bermasyarakat dan bernegara.

Dalam konteks ini, menurut Mantan Penasihat Menteri Negara Riset dan Teknologi Bidang Hankam (1983), Sayidiman Suryohadiprojo menilai Pancasila akan bisa menjadi way of life bangsa, apabila pelaksanaan politik luar negeri yang bebas aktif ditumpukan atas dasar mengabdi kepada kepentingan Nasional.

“Adalah satu kenyataan bahwa dunia Abad ke 21 tidak lebih damai dari masa sebelumnya. Di wilayah Timur Tengah berkecamuk perang ketika AS menyerang Afghanistan dan Irak. Bahkan hingga kini dua negara itu masih penuh kekerasan. Kemudian di Suriah terjadi perlawanan terhadap pemerintah yang turut membuat Timur Tengah makin jauh dari kondisi damai, apalagi karena negara-negara besar secara diam-diam mendukung kedua pihak yang berselisih sesuai kepentingannya,” kata Sayidiman.

Kasus lain, kata dia, masalah Palestina misalnya, tak kunjung selesai karena Israel tidak mau memberikan kontribusi yang positif. Adapun yang langung menyangkut Indonesia adalah meningkatnya ketegangan di wilayah Asia Pasifik ketika China makin keras menunjukkan niatnya untuk menguasai Laut China Timur dan Laut China Selatan.

“Niat China itu berhadapan dengan Jepang di utara dan Vietnam, Malaysia dan Filipina di selatan yang masing-masing juga mempunyai kepentingan. Itu masih ditambah oleh persaingan yang makin meningkat antara China dan AS,” sambung dia.

Dalam dunia yang panas itu, lanjut Sayidiman diperlukan sikap Indonesia yang tepat untuk menjamin kepentingan nasional. Yaitu sikap tidak memihak mereka yang berselisih dan hanya memihak kepada kepentingan nasional serta terjaganya perdamaian dunia.

“Sikap pemerintah sekarang yang bersemboyan tiada lawan, semua sahabat kurang menunjukkan keberanian untuk menentukan jalan sendiri sesuai kepentingan nasional Indonesia,” terangnya.

Pelaksanaan Politik Luar Negeri Bebas Aktif perlu didukung kemampuan dan kekuatan Pertahanan dalam bentuk TNI sebagai kekuatan militer yang harmonis di darat, laut dan udara. Kekuatan TNI itu selalu dekat dan mendapat dukungan rakyat serta dilengkapi dan mahir dalam penggunaan teknologi mutakhir.

Editor: Romandhon

Komentar