Couple argument rex/Ilustrasi: SelArt / Nusantaranews / independent
Couple argument rex/Ilustrasi: SelArt / Nusantaranews / independent

NUSANTARANEWS.CO – Menurut sebuah studi, pria kerap melampiaskan ketidakpuasannya terhadap seks dengan cara menonton film porno. Bukan perempuan, menurut penelitian yang diterbitkan di Jurnal Human Communication Research, yang melampiaskan ketidakpuasan tersebut melainkan laki-laki.

Penelitian ini mensurvei 50 studi sebelumnya yang melihat efek dari pornografi. Termasuk data lebih dari 50.000 orang di seluruh dunia.

Dalam beberapa kasus peserta ditanya tentang kebiasaan menonton porno. Studi meminta peserta mengungkapkan kebahagiaan mereka dalam hubungan yang tengah dijalaninya saat ini. Termasuk bagaimana ihwal kepuasan seksual mereka.

Tidak ditemukan adanya hubungan antara menonton filmnya porno dan kebahagiaan. Terutama di kalangan perempuan. Namun, para peneliti menemukan ada hubungannya antara menonton porno dan kebahagiaan serta kepuasan pada laki-laki. Utamanya para lelaki yang seksualitasnya rendah.

Para peneliti kemudian menyusun beberapa teori serta kebiasaan para lelaki ketika menonton porno. Ambil contoh misalnya, para lelaki kerap menonton film porno sendirian dan enggan ditemani pasangannya. Kebiasaan ini sebetulnya buruk. Pasalnya, antara film porno dan kenyataan tentu bertolakbelakang. Sehingga berpotensi membuat para lelaki tidak realistis dalam kehidupan seks nyatanya.

Namun para peneliti berhati-hati dalam menunjukkan bahwa hanya karena menonton film porno dikaitkan dengan ketidakbahagiaan. Toh, faktanya tak selalu begitu. Boleh jadi pria menonton film porno lebih cenderung tidak bahagia dalam hubungan yang tengah dijalani saat ini, bukan sebelumnya.

Sampai di sini, para peneliti mengatakan bahwa pria yang tidak pernah berpikir porno itu sebuah permasalahan. Persoalannya terletak pada bagaimana mereka mengkonsumsi dan mencernanya. Sebab dalam banyak kasus, pornografi menyediakan cara yang sehat untuk mengeksplorasi rasa ingin tahu tentang seksual dan menikmati seksualitas dengan atau tanpa mitra. Namun, porno memiliki potensi untuk menjadi destruktif ketika kita gagal untuk mengakui bahwa itu pada dasarnya fantasi dan bukan instruksi manual untuk pertemuan seksual kehidupan nyata.

Seks dalam filmnya porno hanya akan menimbulkan fantasi. Seks nyata jauh lebih kompleks. Sebab keintiman harus terbangun kuat di antara dua pasangan.

Jika salah satu di antara keduanya merasa tidak puas pada kehidupan seksualnya, maka ada kesalahpahaman. Dan kesalahpahaman itu harus diluruskan. Kuncinya adalah, komunikasi yang terbuka dan sedikit humor. Namun, ketika salah satu pasangan gagal untuk berbicara atau mereka mengungkapkan ketidaknyamanan mereka dan kebutuhan mereka terus diabaikan oleh orang lain, dapat menyebabkan perasaan terasing, penolakan dan kebencian.

Penulis: Eriec Dieda

Komentar