Connect
To Top

Presiden Sebut Misi Gus Dur Sejalan Dengan Misi Nabi Muhammad

NUSANTARANEWS.CO – Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menilai misi mantan Presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur sejalan dengan misi Rasulullah SAW, Muhammad sang nabi bagi seluruh alam. Hal tersebut disampaikan saat menghadiri dan memberi sambutan pada Haul ke-7 Gus Dur di Ciganjur, Jakarta.

“Gus Dur sejalan dengan misi Rasulullah Muhammad SAW, yang menuntun umat manusia untuk memiliki akhlak mulia. Jadi, harapannya umat Islam di Indonesia untuk tidak saling berselisih yang justru akan menguras energi. Sebab, energi yang bisa dipakai untuk kesejahteraan, untuk membangun strategi ekonomi negara, industri untuk lapangan pekerjaan dan lain semua, habis untuk ribut dengan saudaranya,” kata Jokowi sembari berharap, Jumat (23/12/2016) malam.

Baca : Haul Gur Dur, Lahirkan Ikrar Ciganjur Untuk Perdamaian Bangsa

Di hadapan kurang lebih 15.000 umat Islam di Jabodetabek dan sekitarnya, Presiden menyampaikan bahwa Gus Dur mengajarkan kepada bangsa Indonesia untuk senantiasa optimis memandang Indonesia.

“Gus Dur mengajarkan kita untuk meyakini bahwa kita ini satu bangsa dan satu tanah air, Gus Dur juga selalu optimis memandang Indonesia ke depan. Bahkan jika ada masalah atau sedang mengambil keputusan rumit, Gus Dur mengatakan: Gitu Aja Kok Repot,” tambahnya.

Baca juga : Jokowi: Gus Dur Pasti Gregetan Kalau Ada Kelompok Remehkan Konstitusi

Karena itu, Presiden menegaskan bahwa Gus Dur adalah sosok yang sangat patut diteladani. “Kamis, 23 September 2013, bertempat di Wahid Institute, Ibu Shinta Nuriyah memberi saya peci yang biasa dipakai Gus Dur. Peci ini membuat saya selalu teringat atas usaha dan keteladanan Gus Dur. Gus Dur sangat patut kita teladani. Ketulusannya, hubungan tanpa sekatnya, sederhana, kesukarelaannya, hingga pengorbanan Gus Dur untuk Bangsa dan Negara hingga akhir hayat,” kata Presiden Jokowi, Jumat (23/12).

Presiden berkisah, Gus Dur pernah berpesan, bahwa Indonesia, bukan milik golongan atau perseorangan. “Indonesia adalah milik bersama. Karenanya, Indonesia harus ditegakkan berdasar atas konstitusi. Saya kadang geregetan, jika ada kelompok yang mengabaikan kemajemukan kita, mengabaikan konstitusi, memaksakan kehendak, bahkan dengan kekerasan, dengan radikal dan lain sebagainya,” ujar Presiden.

Lihat : Jokowi ‘Lelah’ Bedakan Kritik dan Intrik

Dalam haul  ke-7 Gus Dur ini hadir pula para kiai, pengasuh pondok pesantren, para pejabat tinggi Negara seperi Menag, bahkan hadir pula ke-3 pasangan calon Gubernur DKI Jakarta. Adapun acara juga diisi dengan pementasan baca puisi penandatanganan dan pembacaa ikrar Damai antarumat Beragama dan lain sebagainya. (ris/red-02)

Komentar