NUSANTARANEWS.CO – Tema KTT ASEAN ke 28 kali ini adalah “Turning Vision into Reality for a Dynamic ASEAN Community”. Sesuai dengan tema yang diusung, para Kepala Negara ASEAN diharapkan bisa mengimplementasikan blue print MEA secara lebih serius dan konsisten. Oleh karena itu, negara-negara anggota ASEAN diharapkan bisa meningkatkan hubungan kerjasama kawasan ke level yang lebih tinggi dari sekedar forum kerjasama antar negara kawasan.

Terkait dengan level penguatan kerjasama yang lebih tinggi itu, Presiden RI Joko Widodo dalam sidang pleno KTT ASEAN Ke-28 di National Convention Center (NCC), Vientienne, Laos, selasa (7/9), menyerukan kepada para pemimpin negara-negara ASEAN untuk lebih mempererat kerja sama sesama negara anggota agar ASEAN semakin kuat di era globalisasi. Presiden menegaskan bahwa kesatuan dan sentralitas ASEAN merupakan bagian terpenting dari komunitas ASEAN yang telah berusia hampir setengah abad.

“Kita tidak dapat membiarkan instabilitas terjadi di wilayah sekitar kita. Kita tidak dapat membiarkan negara-negara besar mengatur dan menentukan nasib keamanan dan stabilitas wilayah sekitar kita, “kata Presiden seperti dilansir Antara.

Presiden juga mengungkapkan bahwa dunia internasional memiliki harapan yang besar kepada ASEAN dengan 600 juta penduduknya. Menurut Presiden, pertumbuhan perekonomian ASEAN adalah sebuah kisah sukses tersendiri. “GDP ASEAN selama dua tahun berturut-turut tumbuh secara positif, yaitu 4,7%. Pertumbuhan ini berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi global, Uni Eropa, dan Amerika Serikat,” ungkapnya.

Dalam konteks pertumbuhan ekonomi, Presiden menekankan bahwa kerja sama ekonomi ASEAN harus dapat dinikmati masyarakat secara merata, khususnya dengan memprioritaskan kemajuan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) melalui pemanfaatan teknologi dan inovasi serta perluasan akses keuangan dan pasar. Dengan kata lain, ASEAN harus menjadi organisasi yang memiliki kepedulian terhadap masyarakatnya.

Dengan demikian, hasilnya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat ASEAN terutama dengan mengurangi kesenjangan ekonomi di antara masyarakat dan di antara sesama negara anggota ASEAN.

Setidaknya, menurut Presiden Joko Widodo, terdapat tiga hal yang harus dipastikan oleh masyarakat ASEAN. Pertama, memastikan kerja sama ekonomi yang dapat dinikmati oleh masyarakat ASEAN secara merata. “Kesenjangan pembangunan antara negara anggota ASEAN harus semakin diperkecil,” tegasnya.

Selanjutnya, Presiden meminta ASEAN untuk memastikan keterlibatan dan kemajuan UMKM melalui pengembangan teknologi dan inovasi serta perluasan akses keuangan dan pasar. “Jika rakyat ASEAN tidak merasakan manfaat keberadaan ASEAN maka akan sulit bagi ASEAN untuk tumbuh berkembang secara berkelanjutan,” kata Presiden.

Terakhir, Presiden Joko Widodo juga meminta ASEAN untuk menjadi organisasi yang memiliki kepedulian terhadap masyarakatnya.(as)

Komentar