Ekonomi

Presiden Jokowi Ingin Hubungan Indonesia dan AS Saling Menguntungkan

Jokowi dan Obama tampak berjabat tangan. Foto via liputan6
Jokowi dan Obama tampak berjabat tangan. Foto via liputan6

NUSANTARANEWS.CO – Amerika Serikat dan Cina di ambang perang dagang (trade war). AS tidak terima dengan perlakuan Cina yang dinilai telah menghambat investasi perusahaan-perusahaan Amerika di negara Tirai Bambu. Sementara, Cina juga mengecam AS yang kini dipimpin Donald Trump tetap memberlakukan kebijakan proteksionis dalam perdagangan dan ekonomi. Cina sendiri diketahui sangat menentang proteksionisme.

Jika tak segera melakukan dialog, tak menutup kemungkinan hubungan bilateral antar kedua negara akan semakin memanas hingga terjadinya perang dagang. Untuk menghindari itu, Cina tengah berupaya melakukan perundingan. Cina ingin kedua negara berhubungan baik dan saling menguntungkan.

Terlepas dari itu, kekhawatiran Cina tampaknya juga tersirat pada diri Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sama halnya Cina, Jokowi juga menginginkan hubungan AS-Indonesia dilandaskan pada prinsip saling menguntungkan.

Presiden Jokowi, usai mengikuti Kejuaraan Panahan Bogor Terbuka 2017, di Lapangan Wira Yudha, Pusat Pendidikan Zeni Kodiklat TNI, Bogor, mengatakan dirinya telah menelpon Trump untuk mengucapkan selamat kepada Presiden AS ke-45 yang telah dilantik pada Jumat, 20 Januari lalu.

Seperti dikutip Setkab, Presiden meyakini hubungan Indonesia dan AS akan terjalin dengan baik. “Tetapi harus saling menguntungkan kedua belah pihak, kedua negara,” kata Presiden.

Presiden mengaku dirinya menggarisbawahi penekanan saling menguntungkan pada pidato yang disampaikan Presiden Trump saat pelantikan tersebut. Karena itu Presiden optimistis bahwa hubungan antara Indonesia dan AS akan terjalin dengan baik. (Sego/ER)

Komentar

To Top