NUSANTARANEWS.CO – Sebelum berangkat menghadiri KTT G20 Hangzhou 2016, Presiden Jokowi sempat mengutarakan bahwa pesan utama yang akan disampaikan oleh Indonesia adalah pentingnya keterbukaan informasi di antara negara-negara G-20 termasuk transparansi sistem perpajakan internasional dan pembangunan infrastruktur. Indonesia juga akan menekankan pentingnya UMKM untuk mendukung “inclusiveness” serta mendorong keseimbangan dan keadilan dalam sistem perdagangan dunia.

Dalam kesempatan berbicara pada sesi pertama, Presiden Joko Widodo pun mendorong negara-negara anggota G20 agar memiliki komitmen baik di tingkat nasional maupun global untuk mensinergikan kebijakan fiskal, moneter, dan reformasi struktural guna pertumbuhan ekonomi dunia.

Presiden Jokowi juga mengingatkan agar negara-negara G20 saling bekerjasama dan menghindari kebijakan ekonomi yang tidak produktif di antara sesama anggota, oleh karena itu negara-negara G20 harus bisa meningkatkan komunikasi dan kerjasama yang lebih efektif dan efisien. Sehingga bisa menghasilkan agenda kebijakan ekonomi yang mengarah pada pertumbuhan yang solid dan inklusif, kata Presiden Jokowi.

Terkait dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang relative lebih tinggi dibanding rata-rata pertumbuhan ekonomi negara G20, Presiden Jokowi meyakini mampu berperan besar dalam perkembangan ekonomi global. Oleh sebab itu, Indonesia bertekad untuk menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi.

Presiden Jokowi berharap agar negara-negara G20 dapat memberikan asistensi dalam mengembangkan ekonomi digital di negara-negara berkembang. Terutama guna mengurangi kesenjangan digital antara negara maju dan berkembang, serta meningkatkan kerja sama dalam pengembangan teknologi antara negara-negara anggota G20. Dalam kesempatan itu juga, Presiden Jokowi mengingatkan pentingnya pembangunan infrastruktur dalam upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, Presiden Jokowi mengajak negara-negara G20 untuk bekerja sama dengan Indonesia dalam menyukseskan program pembangunan infrastruktur di Indonesia.

Dalam KTT G20 Hanzhou ini, Presiden Jokowi didampingi oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung. Presiden Jokowi diagendakan akan menjadi pembicara utama pada sesi kedua yang akan membahas tentang tata keuangan dan ekonomi global.(Banyu)

Komentar