Bendungan Katulampa

NUSANTARANEWS.CO – Langkah pemerintah memanfaatkan bendungan menjadi pembangkit listrik (energi air) patut didukung guna membantu program 35 ribu megawatt yang telah dicanangkan Presiden Joko Widodo.

Demi melancarkan rencana tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat rencananya akan melelang sebanyak delapan bendungan berpotensi listrik. Dari 16 bendungkan terdapat delapan yang paling potensial menghasilkan listrik yakni Bendungan Bajulmati di Banyuwangi sebesar 0,34 MW, Bendungan Tugu di Trenggalek (0,4MW), Bendungan Kuningan di Kuningan (0,5MW), Tukul di Pacitan (0,64MW), Titab di Buleleng (1,5MW), Karaloe di Gowa (5 MW), Jatigede di Sumedang (110 MW). Selain itu, terdapat 13 bendungan yang sedang dibangun, sebanyak 11 di antaranya berpotensi menghasilkan listrik.

“Potensi pembangkit di bendungan lumayan besar, tapi kapasitasnya bervariatif, banyak dan kecil-kecil micro hydro, ada juga besar. Sebab itu kita minta produsen lokal diberi prioritas dalam lelang tersebut,” ujar Ketua Harian APLSI Arthur Simatupang di Jakarta, Senin (5/9/2016).

Payung hukum komersialisasi pengelolaan bendungan untuk pembangkit sudah tersedia di Peraturan Menteri (Permen) Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) No. 19 tahun 2015. (eriecdieda)

Komentar