Effect porn

NUSANTARANEWS.CO – Sejumlah ilmuwan semakin khawatir meluasnya pornografi di internet. Kekhawatiran itu terkait dengan efek toksiknya pada hubungan nyata.

Mengkonsumsi pornografi secara berlebihan dapat mempengaruhi libido pria dan membuat mereka berisiko mengalami disfungsi seksual, menurut sebuah penelitian terbaru seperti dilaporkan Independent.

News Week melaporkan, diskusi panel yang diadakan pada Pertemuan Ilmiah Tahunan 112 Asosiasi Urologi Amerika telah menyoroti hasil dari sebuah survei baru-baru ini yang menemukan bahwa obsesi pria terhadap pornografi dapat menghancurkan kesehatan psikoseksual mereka.

Para periset, yang dipimpin oleh Dr Matthew Christman, seorang staf ahli urologi dan direktur program untuk urologi anak-anak di Naval Medcical Center di San Diego, melaporkan bahwa semakin banyak waktu yang dihabiskan pria di situs gratis seperti PornHub, semakin kecil kemungkinan mereka untuk dapat terhubung dengan pasangan kehidupan nyata di kamar tidur.

Akibatnya, keintiman bisa menjadi sangat menantang dan romantis atau hubungan seksual bisa rusak parah. Dengan mempelajari 312 peserta pria berusia antara 20 dan 40 tahun, para peneliti menemukan korelasi yang erat antara konsumsi pornografi yang berlebihan dan disfungsi seksual.

Ini mengungkapkan bahwa sekitar 20 persen pria dilaporkan mengakses pornografi tiga sampai lima kali seminggu. Dan hampir 4 persen pria memilih onani sembari menonton pornografi.

Data tersebut juga menunjukkan bahwa pria yang mengkonsumsi pornografi lebih sering, mengakui kurangnya hasrat seksual dan menderita disfungsi ereksi. (ed)

Editor: Eriec Dieda

Komentar