Ketua DPD Partai Demokrat Jatim, Soekarwo. (Foto: Nusantaranews/Tri Wahyudi)

NUSANTARANEWS.CO, Surabaya – DPD Partai Demokrat Jatim tampaknya tak akan terburu-buru untuk mengeluarkan rekomendasi Bakal Calon Gubernur Jatim (Bacagub Jatim) ke Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf. Pasalnya, pria yang akrab dipanggil Gus Ipul ini dalam bebeberapa hari belakangan menunjukkan penurunan popularitas.

Ketua DPD Partai Demokrat Jatim, Soekarwo mengatakan pihaknya tak akan memberlakukan kekhususan untuk mengeluarkan rekomendasi terhadap Bacagub Jatim termasuk kepada Gus Ipul.

“Walaupun Gus Ipul sudah dua periode bersama saya memimpin Jatim, tapi secara dukungan partai tidak ada kekhususan, semua peluang sama baik eksternal maupun internal, dan yang dilihat partai adalah hasil survey,” ungkap politisi Demokrat yang duduk sebagai Gubernur Jatim ini, Kamis (13/72017).

Soekarwo menegaskan, pelaksanaan Pilgub Jatim masih sangat jauh. Walaupun survey partai Demokrat posisi Wagub Jatim teratas, tapi itu tidak menjadi patokan, berbagai perubahan bisa terjadi. Untuk itu Partai Demokrat memberikan peluang yang sama kepada seluruh calon yang mendaftar, tapi ada kekhususan untuk kader internal, jika hasil survey sama, maka partai akan memilih mendukung kader internal dibanding eksternal.

“Mekanisme Partai Demokrat dalam menentukan siapa calon yang akan didukung partai ada pada majelis tinggi. Walaupun saya sebagai salah satu anggota majelis tinggi, tapi dalam menyampaikan dukungan saya membawa nama Partai Demokrat Jatim, untuk itu saya tidak diperbolehkan memberikan kekhususan dukungan kepada Gus Ipul, tapi kalau saya pribadi ada keterikatan dikarenakan Gus Ipul sudah dua periode bersama saya memimpin Jatim, namun hal itu tidak menjadi faktor dalam menentukan sikap dukungan dalam partai,” tegasnya.

Sekadar diketahui, berdasarkan hasil survei Lembaga Survey Surabaya Survey Center (SSC) diketahui bahwa nama Saifullah Yusuf kalah populer dibanding Khofifah Indar Parawansa. Khofifah memperoleh prosentase 90,0% dan Saifullah Yusuf 84,6%. Kemudian disusul Tri Rismaharini 79,80 % dan Anang Hermansyah 67,30%.

Pewarta: Tri Wahyudi

Komentar