Berita Utama

Pilgub DKI Usai, Biarlah Pengkotak-kotakan Berlalu

Presiden Gerakan Pribumi Indonesia (Geprindo) Bastian P. Simanjuntak/Foto: Dok. Indonesiarayakini.com
Presiden Gerakan Pribumi Indonesia (Geprindo) Bastian P. Simanjuntak/Foto: Dok. Indonesiarayakini.com

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Pemilihan Gubernur DKI Jakarta sudah berlalu. Tinggal menunggu penetapan hasil penghitungan suara melalui tahapan rekapitulasi berjenjang yang akan dilaksanakan pada 29 April hingga 1 Mei 2017 mendatang.

Sebagai rujukan sementara, hasil hitung cepat (quick count) sejumlah lembaga survie menyatakan bahwa pasangan cagub-cawagub Anies Baswedan-Sandiaga Uno lebih unggul dari pasangan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok-Djarot Saiful Hidayat.

Dengan demikian dapat disebutkan bahwa proses demokrasi di Jakarta telah usai. Akan tetapi, ada yang perlu disayangkan, sebab sejumlah kelompok pendukung ternyata masih ada yang belum mampu menerima kekalahan.

“Masih ada pendukung Ahok belum mau menerima kekalahan dengan bertindak aneh dan sangat disayangkan membuat propaganda yang menyesatkan,” kata Presiden Gerakan Pribumi Indonesia (GEPRINDO), Bastian P. Simanjuntak dalam sebuah rilis yang diterima Nusantaranews, Jumat (21/4/2017).

Menurut Bastian, baru-baru ini beredar video salah seorang pendukung Ahok yang menginginkan Tuhan mengangkat Ahok sebagai ketua KPK, ada pula yang membuat propaganda agar Ahok diangkat sebagai Mendagri (Menteri Dalam Negeri) sehingga Ahok nantinya yang melantik Anies-Sandi, ada pula yang mengatakan tidak terpilihnya Ahok sebagai Gubernur karena Tuhan ingin Ahok menjadi cawapresnya Jokowi (2019).

“Sikap dan perbuatan para pendukung Ahok itu menurut Gerakan Pribumi Indonesia (GEPRINDO) merupakan kultus individu, fanatisme, serta pemujaan kepada manusia yang sangat berbahaya bagi mental bangsa Indonesia. Kita berharap para pendukung Ahok dapat menghentikan sikap-sikap yang cenderung kurang waras, kultus, serta keganjilan, karena dapat merusak diri sendiri dan lingkungan serta secara kolektif rakyat Indonesia,” jelas Bastian.

Karena itulah, GEPRINDO menghimbau tim sosmed Ahok untuk segera menghentikan propaganda-propaganda yang menyesatkan. Sangat disayangkan bila para pendukung Ahok yang polos menjadi korban propaganda tim sosmednya sendiri.

“Mari bersama membangun Jakarta, kekalahan dalam kompetisi adalah hal yang lumrah. Bersatu kita kuat, terkotak-kotak kita lemah dan itulah yang dipraktekkan Founding-Father Bangsa Indonesia,” imbuhnya.

“GEPRINDO mengajak seluruh komponen termasuk tim dan pendukung Ahok untuk kembali ke rutinitas. Kita semua bersaudara, musuh kita bukan agama dan suku yang berbeda namun musuh kita adalah kesenjangan ekonomi, mafia hukum, serta politisi busuk. Saatnya menyudahi permusuhan dan ganti dengan persatuan sesuai dengan Pancasila sila ke-3,” sambung Bastian.

Pewarta/Editor: Achmad Sulaiman

Komentar

To Top