Seks

Pikiran “Perselingkuhan” Hanya Delusi Peretak Hubungan Asmara

Ilustrasi "Cheating"/Foto nusantaranews via getty creative

NUSANTARANEWS.CO – Manusia berpotensi menjadikan dirinya lebih baik, sebab manusia memiliki akal pikiran. Manusia pun cenderung berpikir, dirinya lebih baik daripada yang lain. Terbukti, banyak orang ketika mereka dimintan untuk menilai diri mereka sendiri terkait ketertarikan, kecerdasan, dan kemampuan mereka dalam mengemudi, dengan konsisten mereka akan mengatakan, kamampuan mereka di atas rata-rata.

Karenanya wajar, jika banyak orang juga yakin bahwa hubungan mereka lebih sehat dibandingkan orang lain di sekitarnya. Kendati tidak menutup kemungkinan dari sedikit orang berkata sebaliknya. Bahkan, secara lebih spesifik, orang-orang merasa yakin bahwa pasangan mereka yang romantis, relatif lebih kecil untuk saling melakukan kecurangan.

(Baca : Great Expectations! Merenungi Pentingnya Jalinan Cinta Pra Nikah)

Asumsi di atas merupakan hasi temuan terbaru atas penelitian yang dilakukan oleh Science of Relationships, University of Calgary and McMaster Children’s Hospital seperti dikutip independent.co.uk. Dalam peneletiannya, sang peneliti setidaknya menggunakan objek penelitian sekitar 200 mahasiswa yang sudah pernah menjalin hubungan asmara, paling tidak sedikitnya dalam waktu tiga bulan.

Dari 200 mahasiswa yang direkrut, diminta mengisi kuisioner secara online yang berhubungan dengan keyakinan dan harapan mereka terkait kemungkinan satu sama lain untuk selingkuh. Penting diketahui, pihak peneliti, tidak dengan terang-terangan menggunakan istilah perselingkungan, sehingga masing-masing peserta secara lebih leluasa memberikan jawaban sesuai interpretasi mereka.

(Baca juga: Berbagi Pekerjaan Rumah Diduga Dapat Meningkatkan Kuantitas Seks)

Mayoritas dari mereka menjawab, mereka yakin bahwa kemungkinan pasangan untuk berselingkuh relatih lebih kecil. Jika dipresentasekan, hanya sekitar 42% untuk selingkuh.

Namun demikian, terdapat sekitar 5% yang menyatakan bahwa pasangan mereka terlah berselingkuh dan peluang untuk berkhianat di kemudian hari terdapat 8% kurang labih. Jadi, ketika mereka ditanya apakah mereka akan benar-benar berselingkuh, ada 9% yang menjawab iya.

(Lihat pula: Pengaruh Negatif Facebook Terhadap Hubungan Romantis)

Hal menarik dalam penelitian ini, walaupun 200 mahasiswa tersebut masih belum dalam ikatan suami-istri, mereka percara diri (sebagian menyebutnya sebagai delusi) jalinan hubungan asmara yang dibangun memiliki stabilitas sebagaimana pasangan suami-istri yang diservuei dalam penelitian lain. (Riskiana Sulaiman)

Komentar

To Top