Wianda Pusponegoro di Tesate Jakarta/Foto Andika/Nusantaranews
Wianda Pusponegoro di Tesate Jakarta/Foto Andika/Nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO – PT Pertamina (Persero) melebarkan sayap usahanya pada produksi dan penjualan ban kendaraan. Perusahaan BUMN ini baru saja melakukan Head of Agreement (HoA) dengan perusahaan minyak dan gas asal Spanyol yaitu Repsol. Keduanya berencana melakukan pembangunan pabrik ban di Cilacap, Jawa Tengah.

“Kilang Pertamina baru saja tandatangan HoA antara Pertamina dan Repsol. Kita bangun pabrik TDAE Trade Distilate Aromatic Extract) atau bahan baku additivie untuk produk karet,” ujar VP Corporate Communication Pertamina Wianda Puponegoro di Tesate Jakarta, Kamis (29/9/2016).

Menurut Wianda, produksi dari keduanya akan berupa ban khusus racing internasional, seperti Moto GP. Namun sebelum memulai produksi, sebagai tahap akan ada proses fisible study (FS). Sebelum FID keluar komposisi joint venture kedua perusahaan migas ini akan dilihat.

“Harapannya kita bisa komersial operation pada 2019. Marketnya kita harap bisa masuk Asia Tenggara,” ungkap Wianda.

PT Pertamina (Persero) siapkan belanja modal (capex) untuk bangun pabrik TDAE (Treated Distillate Aromatic Extract) atau bahan baku additive untuk produk karet sebesar USD80 juta, kapasitasnya pabrik ban tersebut sebesar 6 ribu ton per tahun. Dengan produksi ban khususnya untuk racing internasional seperti MotoGp.

“Ini inves kita ke depan, di tengah kita membangun dan upgrading kilang Pertamina tapi juga membangun kilang baru dengan Repsol,” tutur Wianda.

Keduanya, lanjut Wianda, perusahan migas akan melakukan berapa joint venturenya. Namun sebelum hal tersebut dilakukan akan dilakukan review untuk proses fisible study (FS) untuk melihat komposisi joint venture seperti apa.

“Pertamina biasanya posisinya mayoritas. Targetnya paling nggak kita harus sudah punya JV di awal tahun 2017. Karena bangun pabrik bisa 18-24 bulan,” tandasnya. (Andika)

Komentar