Ekonomi

Pertamina dan PLN Berebut ‘Lahan Basah’ Geothermal

Geothermal Islandia
Geothermal Energy di Nesjavelir Islandia/Ilustrasi/Nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO – Melihat kesuksesan Amerika Serikat, Filipina, Meksiko, Italia, Selandia Baru, Islandia, Jepang dan El Salvador memanfatkan potensi panas bumi sebagai energi alternatif, PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero) bersaing memperbutkan PT Pertamina Geothermal Energy (PGE). Keduanya terlibat persaingan untuk menjadi induk PGE.

Sebelumnya, Kementerian BUMN menginstruksikan PLN mengambil-alih 50 persen saham PGE. Dan kini, Pertamina berusaha keras memegang kendali PGE.

Hal itu ditegaskan Direktur Hulu Pertamina, Syamsu Alam. Pertamina, kata dia, akan tetap jadi induk PGE, termasuk soal proporasi saham. “Tindaklanjutnya, kami serahkan ke Kementerian BUMN,” kata dia di Jakarta.

Sekadar informasi, Indonesia diketahui memiliki potensi besar sebagai raja geothermal dunia. Sebab, Indonesia memiliki sekitar 127 gunung berapi yang tersebar di hamparan bumi nusantara. Keberadaan gunung berapi ini adalah sebuah berkah tersendiri bagi rakyat Indonesia, terutama bila pemerintah mampu mengelola potensi energi panas bumi (geothermal) dengan baik.

Saat ini, baik Pertamina maupun PLN masih dalam tahap tawar-menawar proporsi saham PGE. PLN ngotot memegang kendali PGE karena ingin mengembangkan eksplorasi panas bumi dan membuat harga listrik panas bumi semakin murah. Sementara, Pertamina berharap akusisi PGN bisa meningkatkan instalasi pembangkit listrik tenaga panas bumi dari angka saat ini 450 MW menjadi 1.000 MW beberapa tahun ke depan.

Apakah Pertamina dan PLN yang akan menjadi induk PGE, tergantung Kementerian BUMN yang kini disebut-sebut tengah melakukan kajian. (eriec dieda/red)

Komentar

To Top