Komandan Densus 99 Banser Nuruzzaman usai Seminar Kebangsaan:
Komandan Densus 99 Banser Nuruzzaman usai Seminar Kebangsaan: "Pembubaran HTI dan Amanat Konstitusi Kita", di Aula PBNU, Senin, 10 Juli 2017. Foto Achmad Sulaiman/ NUSANTARANEWS.CO

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Komandan Densus 99 Satkornas Banser Nuruzzaman tegas menyatakan persetujuannya terhadap Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) tentang Pembubaran Organisasi Masyarakat.

Hal tersebut dinyatakan usai acara acara Seminar Kebangsaan dengan tema “Pembubaran HTI dan Amanat Konstitusi Kita”, di Aula PBNU, Jakarta Pusat, Senin, 10 Juli 2017 lalu. Di hari yang sama, Presiden Joko Widodo meneken Perppu tersebut di Istana Kepresidenan.

Perppu tentang Pembubaran Ormas penting dikeluarkan, kata Kandensus 99 Banser, lantaran gerakan HTI di Indonesia sudah menyebar luas.

“Aktifis HTI sudah masuh ke lembaga-lembaga negara. Maka paham itu (paham khilafah) sudah menyebar di banyak tempat, di BUMN misalnya, mungkin di Kementerian-Kememtrian dan di kepolisian juga ada,” ungkap Nuruzzaman. “Kalau seperti itu, lantas kita diam saja,” sambungnya.

Dia menuturkan, salah satu cara yang dilakukan para aktivis HTI untuk merebut negara seperti dulu telah dilakukan mereka, ialah melakukan loby kepada para pemangku kebijakan dan steak holder, baik itu aparat keamanan, TNI maupun Polri untuk melakukan kudeta.

“Karena mereka tidak percaya demokrasi. Mereka tidak mau ikut pemilu. Ya, kita tinggal nunggu waktu saja jika pemerintah tida segera bubarkan (HTI),” tegasnya.

Hizbut Tahrir, lanjut Nuruzzaman, itu jelas dinyatakan (dalam peraturan organisasi) bahwa mereka itu adalah organisasi Partai Politik. Dan disitu juga jelas dinyatakan bahwa, apabila orang tidak setuju dengan khilafah, mereka itu adalah orang-orang kafir. Seperti Indonesia yang mayoritas muslin, tapi tidak menerapkan syariat Islam, bagi mereka ini adalah negara kafir yang harus dirubah menjadi negara Islam.

“Itu jelas dan bisa dilihat oleh semua orang. Kami mendesak pemerintah untuk segera membubarkan Organisasi ini. Kalau pemerintah tidak segera membubarkan, negara ini akan direbut orang lain,” kata dia menegaskan.

Lebih lanjut dia menyampaikan bahwa kaum nahdliyin merupakan salah satu yang ikut berdarah-darah mendirikan Republik Indonesia. Karena,  Densus 99 anser tidak mau Indonesia diambil orang lain.

“Dulu, kita punya sejarah 65, mau diganti pancasila dengan komunis, kami turun. Dan apabila ada orang yang ingin mengganti negeri ini, maka kami akan berdiri paling depan untuk mempertahankan Republlik ini,” ungkap Nuruzzaman.

Pewarta/Editor: Achmad Sulaiman

Komentar