Berita Utama

Pernyataan SBY Memuat Nuansa Penghinaan Terhadap BIN

Presiden RI ke-enam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)/ Foto via Reuters
Mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)/ Foto via Reuters

NUSANTARANEWS.CO – Pengamat politik dari Lembaga Pemilih Indonesia Boni Hargen mengatakan sebagai mantan presiden, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak pantas menghina lembaga negara. Boni merespons pernyataan SBY yang menyebut laporan dari intelijen terhadap presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait aksi 4 November ngawur.

Apalagi, kata Pendukung Jokowi ini, ucapan SBY tersebut tidak beralasan.

“Saya kecewa dengan pernyataan SBY yang menuduh intelijen kita sebagai intelijen error atau intelijen ngawur. Pernyataan ini tidak pantas diucapkan oleh seorang mantan presiden dan ketua umum partai politik,” kata Boni dalam diskusi “Siapa Aktor Dibalik 4.11?” di Cikini, Jakarta, Jumat (11/11/2016).

Boni mengungkapkan SBY tercatat memimpin pemerintahan selama sepuluh tahun. Dengan begitu, kata dia, sepuluh tahun juga SBY mengatur Badan Intelijen Negara (BIN).

“Lantas, kalau hari ini dibilang intelijen error, maka yang lebih eror adalah dia yang mengatur intelijen menjadi error,” ucapnya.

Boni meminta SBY bertanggungjawab secara hukum atas pernyataan publiknya. Pasalnya, hal itu menyangkut kewibawaaan dan hormat publik terhadap lembaga negara.

“Saya kira sangat penting bagi SBY melakukan klarifikasi kepada publik apa dan siapa yang dimaksud dengan intelijen ngawur. Bahkan proses hukum terhadap tuduhan SBY tersebut perlu didorong oleh BIN sendiri atau pihak manapun yang peduli dengan institusi intelijen,” paparnya. (Hatiem)

Komentar

To Top