Seorang pria menurunkan bendera Kuba sambil berdiri di tengah tiang bendera yang dipasang di luar kedutaan A.S. di Havana, 18 Desember 2015. REUTERS/Alexandre Meneghini
Seorang pria menurunkan bendera Kuba sambil berdiri di tengah tiang bendera yang dipasang di luar kedutaan A.S. di Havana, 18 Desember 2015. REUTERS/Alexandre Meneghini

NUSANTARANEWS.CO, Chicago – Kelompok pertanian Amerika Serikat mengkritik keras kebijakan Donald Trump yang memperketat peraturan tentang perdagangan dan perjalanan terhadap Kuba. Jalur yang sebelumnya telah dibukan lebar Presiden Barack Obama.

Menurut mereka, kebijakan Trump ini dapat menggagalkan peningkatan besar dalam ekspor pertanian yang tahun lalu mencapai $221 juta.

Sebuah delegasi perdagangan dari Minnesota, salah satu negara bagian pertanian AS yang terbesar, berjanji untuk melanjutkan kunjungannya ke Kuba yang direncanakan minggu depan.

“Kami akan terus meneruskan ini dan membiarkan mereka (administrasi Trump) tahu bahwa perdagangan itu baik untuk pertanian,” kata Kevin Paap, seorang petani di delegasi tersebut seperti dikutip Reuters.

Baca: Kembali, Trump Cabut Kebijakan Obama

Presiden AS ke-45 itu telah mengumumkan bahwa pemerintahannya akan memperketat peraturan terkait hubungan AS-Kuba. Trump berdalih, peraturan tersebut untuk memperkuat rakyat Kuba. Kebijakan ini muncul diduga hasil desakan dari Senator Florida Marco Rubio. Ia mendesak Gedung Putih mereformasi kebijakan AS ke Kuba.

Kelompok tani melihat langkah tersebut sebagai langkah mundur dalam hubungan dagang antara kedua negara yang terpisah hanya 90 mil (145 km), meskipun pertanian tidak ditargetkan secara langsung.

Data Departemen Pertanian A.S. menunjukkan sejak Obama, kemajuan substansial antar kedua negara telah dicapai seperti pengiriman jagung AS dan kedelai ke Kuba melonjak 420 persen pada tahun 2016 dari tahun sebelumnya menjadi 268.360 ton.

Pada empat bulan pertama tahun 2017, total pengiriman gandum dan kedelai AS mencapai 142.860 ton, naik dari 49.090 ton pada periode yang sama tahun 2016.

“Pada saat ekonomi pertanian sedang berjuang, kami meminta pemimpin kami di Washington untuk tidak menutup pintu peluang pasar untuk pertanian Amerika,” kata Wesley Spurlock, presiden Asosiasi Petani Jagung Nasional, dalam sebuah pernyataan.

Kelompok ini melihat sebuah peluang untuk $125 juta lebih setahun dalam perdagangan ke Kuba.

Presiden Dewan Perbatasan AS yang juga sebuah organisasi pengembangan perdagangan gandum, Tom Sleight mengatakan bahwa langkah Trump dapat memotong penjualan jangka pendek dan menghambat pembangunan ekonomi yang akan mendorong pertumbuhan permintaan jangka panjang. (ed)

Editor: Eriec Dieda

Komentar