Connect
To Top

Perempuan Sayembara dan Lelaki yang Berguru Pada Arca – Puisi S. Arimba

LELAKI YANG BERGURU PADA ARCA

Akulah murid terbuang
lari dalam hutan menghayati kekalahan
di rimba, kusimpuh arca
lelaki tua kupanggil Dorna
takzim bakti pada guru, bisu
hingga dalam diam aku belajar suara
dan menanggalkan semua mata
akan kupanah salak anjing Arjuna
kesatria penggoda perempuan setia

Akulah murid tersia
mustika lepas dalam tipudaya
tapi kutukku berlaku juga
menjelma cipta di tegal Kurukasetra
seorang guru, gugur oleh muridnya.

Yogya, 2015

PEREMPUAN SAYEMBARA

: Perempuan Amba
Demi sumpah cinta pertunangan
bebaskan aku dari ikatan
Bisma, ksatria pemenang sayembara
kau dapat memboyong dua saudara lainnya.

   : Lelaki Citramuka
Kembalilah pada Bisma
sebab ikrar telah diucapkan
darah Wahmuka dan Arimuka
telah memupus janji cinta

 : Lelaki Bisma
Kau sendiri meminta dilepaskan
kini kembali dengan kekosongan
kau hanya seorang perempuan
pergilah atau panah ini kulepaskan

Perempuan Amba kehilangan
sebab cinta tak dapat dibela
karena kehormatan kini tiada
jatuh kutuknya pada Bisma
kelak jatuh oleh perempuan

Yogya, 2015

TAFSIR CINTA

Jambumangli

Terkutuklah raja-raja pelamarmu Sukesi
akan kupatahkan leher mereka
kubasahkan darahnya pada alun-alun Alengka
biarlah jadi drama cinta
sepanjang sejarah manusia dan raksesa

terkutuklah Wisrawa yang memetik bungamu Sukesi
akan kuremukkan tubuh bau tanahnya
resi tak tahu diri
telah menipumu dengan sastra jendra
dengan culas melumat tubuh molekmu

biarlah mereka menyebut semaunya
bukankan aku memang paman yang kau cintai
sejak remaja hingga dewasa
apa salahnya kita saling memiliki

akan kukutuk siapapun perebutmu Sukesi

Yogya, 2015

S Arimba

S Arimba

*S.Arimba, lahir di Pagar Alam, Sumatera Selatan. Menulis puisi, cerpen, esai, kritik, naskah drama dan skenario film. Karyanya ada dalam antologi bersama Syair Angin (2009), Wajah (2010), Satu Kata Istimewa (2012). Kumpulan puisi tunggalnya Obituari Rindu (2013) dan Onrust (2016). Cerpennya dimuat dalam antologi Kata yang Paling Sepi (2013). Essainya dimuat dalam Tiga Belas, Catatan Perjalanan Studio Pertunjukan Sastra. Menulis naskah drama adaptasi diantaranya Onde-Onde Lumut (2007), dan Menghisap Kelembak Menyan (2009). Menulis Skenario Film Rantang (2015) yang produksi oleh Suryakanta Film. Pernah bekerja sebagai Redaksi di Majalah Sastra Sabana. Pengelola kegiatan di Studio Pertunjukan Sastra, Senthong Seni Srengenge dan PKKH UGM. Menjabat Ketua I Himpunan Sastrawan dan Komunitas Sastra DIY. Produser Pentas Drama Kolosal Njemparing Rasa (2014), Pentas Teater Kolosal Cupu Manik Hasthagina (2015), dan Mimbar Pertunjukan Sastra Nusantara (2016). Saat ini bermukim di Muja-muju Yogyakarta.  Bisa dihubungi via e-mail: [email protected]/ telp. 085643103787.

__________________________________

Bagi rekan-rekan penulis yang ingin berkontribusi karya baik berupa puisi, cerpen, dan esai dapat dikirim langsung ke email: [email protected] atau [email protected]

Komentar