Dihari Sumpah Pemuda, Jokowi Laporkan Gratifikasi dari Perusahaan Minyak Rusia/Foto: Dok. Okezone.com
Dihari Sumpah Pemuda, Jokowi Laporkan Gratifikasi dari Perusahaan Minyak Rusia/Foto: Dok. Okezone.com

NUSANTARANEWS.CO – Setelah sebelumnya Presiden Joko Widodo menyambangi markas dua organisasi besar Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, sore tadi Rabu (9/11/2016) kembali presiden mengundang beberapa ormas Islam untuk datang ke Istana Merdeka.

Adapun beberapa ormas Islam yang diundang Rabu sore  tadi antara lain adalah Al Irsyad Al Islamiah, Jamiiyatul Washliyah, Ikadi, Perti, Majelis Rasulullah, Syarikat Islam, Nasyiatul Aisyiah, Muslimat NU, KAHMI, Mathlaul Anwar, dan Hidayatullah.

Diundangnya para ormas Islam ke Istana sebagai upaya pemerintah untuk mengambil langkah strategis sekaligus rembug bareng terhadap aksi demo 411 lalu. Dalam keterangan persnya, Presiden Jokowi mengaku kedatangan para ormas Islam ini tak lain adalah untuk membicarakan kebijakan.

“Saya mohon masukan dari pimpinan ormas Islam dalam rangka buat kebijakan-kebijakan yang terkait kemarin atau aksi unjuk rasa maupun kebijakan pemerintah saat ini,” ujar Presiden Jokowi di Jakarta.

Dirinya juga menyampaikan rasa terimakasih terhadap berbagai pihak yang telah turut serta mengawal jalannya demo 411.

“Terima kasih sudah memberi pernyataan-pernyataan yang menyejukkan, mendingingkan sehingga berlangsung damai,” imbunya.

Pada pertemuan tersebut hadir pula Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin.

Presiden juga berjanji akan memproses kasus dugaan penistaan agama secara tegas dan transparan. Dirinya juga menegaskan tidak akan melakukan intervensi apalagi melindungi Ahok dalam proses hukum.

“Saat itu telah disampaikan bahwa kasus akan diproses hukum secara cepat tegas dan transparan. Saya tegaskan tidak intervensi apalagi lindungi saudara Basuki Tjahaja Purnama saat proses hukum berjalan. Tidak ada yang ditutupi sehingga tidak ada syak wasangka,” katanya. (Adhon)

Komentar