Connect
To Top

Peradaban Pancasila Adalah Peluang Indonesia Menjadi Bangsa Digdaya

NUSANTARANEWS.CO – Tanpa harus menanggalkan kebudayaan Pancasila, kebangsaan Indonesia harus memperkuat diri dengan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). Kunci penguasaan iptek adalah cara berpikir rasional. Hal ini dapat dilakukan setiap manusia yang bersedia mengembangkan pikirannya.

Masyarakat Jepang telah membuktikannya, sejak 1868 ketika menjalankan Restorasi Meiji misalnya. Dimana mereka berjuang merebut penguasaan iptek modern untuk mencapai kesejahteraan lahir bagi bangsanya agar mampu meminimalisir dominasi Barat. Tanpa mengorbankan jati dirinya, alhasil masyarakat Jepang berhasil merebut iptek modern yang dikuasai Barat.

Ini dibuktikan ketika Jepang mampu mengalahkan Russia sebagai poros kekuatan Barat tahun 1905 dengan menggunakan senjata hasil produksi industri modern dalam negeri. Bangsa Jepang memperoleh kemampuan itu dalam tempo kurang dari 40 tahun tanpa merubah kebangsaannya.

Mantan Penasihat Menteri Negara Riset dan Teknologi Bidang Hankam (1983), Sayidiman Suryohadiprojo menilai bahwa Indonesia sesungguhnya juga sangat bisa meniru Jepang. Dengan kata lain, bangsa Indonesia juga dapat membangun peradaban modernnya tanpa meninggalkan kebudayaan Pancasila. Sebaliknya memperteguh kebangsaan dengan semangat Pancasila.

“Buat kita bukti keberhasilan tak perlu menang perang. Buat kita lebih penting mencapai kesejahteraan rakyat yang tinggi dan merata bagi 250 juta rakyat Indonesia. Dan setelah itu Peradaban Indonesia terus ditingkatkan di semua aspek kehidupan sehingga terwujud ketahanan nasional yang tinggi,” kata Sayidiman.

Untuk menjadi negara super power dan berdaulat, bangsa Indonesia sesungguhnya memiliki  potensi besar. Sebab Indonesia mempunyai sumber daya alam berlimpah, sumber daya manusia yang besar serta letak geografis yang sangat strategi. “Niat-tekad itu akan kuat kalau didukung jiwa dan semangat kebangsaan tinggi serta dilandasi kebudayaan Pancasila,” sambung Sayidiman.

Lebih lanjut, kata dia, peradaban Indonesia akan memungkinkan kita membangun ketahanan nasional yang terdiri dari dua aspek, yaitu kesejahteraan nasional dan keamanan nasional. Dengan ketahanan nasional, bangsa Indonesia dapat memberikan kontribusi tinggi pada perkembangan umat manusia dengan menciptakan perdamaian dunia dan kesejahteraan secara lahir batin. “Dan kebudayaan Pancasila menjamin masa depan umat manusia yang paling baik,” tegas Sayidiman.

Penulis: Romandhon

Komentar