Sri Lanka Army Guard/IST

NUSANTARANEWS.CO – Pemerintah Sri Lanka sama dengan Indonesia mendapat undangan kehormatan untuk menghadiri KTT G7 di Jepang. Lebih dari sepuluh tahun yang lalu, Perdana Menteri Sri Langka Ranil Wickremesinghe pernah pula menghadiri misi yang sama, menghadiri konferensi donor di Tokyo yang diselenggarakan oleh Uni Eropa, Amerika Serikat, Jepang dan Norwegia.

Kali ini, Sri Lanka diundang kembali mengikuti forum G-7 untuk melakukan pertemuan dengan para pemimpin dunia di sela-sela KTT. Memang ada komitmen dari para pemimpin G7 untuk membantu ekonomi Sri Langka, tapi tentunya tidak ada acara makan siang gratis. Ada kekhawatiran Amerika dan India atas keputusan Srilangka yang meningkatkan kembali hubungannya dengan China. Tidak jauh berbeda, undangan terhadap Indonesia dalam Forum Pertemuan KTT G7 di Jepang pun jelas ada kekhawatiran besar dari negara kelompok G7 yang melihat begitu pesatnya peningkatan hubungan kerjasama Indonesia-China.

Terlepas dari kepentingan negara-negara yang tergabung dalam G7 tersebut, Presiden Indonesia Joko Widodo dan Presiden Sri Lanka Maithripala Sirisena telah melakukan pertemuan bilateral dan berhasil menyepakati sejumlah kerjasama. Di antaranya, membahas pengembangan investasi, kewirausahaan, forum internasional, dan peningkatan jumlah penerbangan.

Hubungan Indonesia Sri Lanka sendiri sebetulnya sudah lama terjalin. Salah satu bentuk kerjasama yang sudah terjalin adalah pengawalan Tanker Minyak Indonesia oleh army guard Sri Lanka – yang menjamin kelancaran suplai minyak Pertamina dari Aljazair.

Selain itu, dalam sektor ekspor-impor barang, Sri Lanka berkomitmen untuk mengekspor bahan baku karet dengan harga yang pantas ke Indonesia. Sementara di sektor perhubungan, Presiden Sirisena ternyata menaruh perhatian pada bidang penerbangan. Ia berharap, rute penerbangan Pesawat Garuda Indonesia dapat diperbanyak ke negaranya.

Dalam kesempatan ini, Presiden Joko Widodo juga meminta dukungan Sri Lanka dalam pemilihan Ketua Asosiasi Negara-negara Pesisir India (IORA) pada tahun ini. Setali tiga uang, Sri Lanka juga memohon bimbingan dan kerja sama Indonesia, dengan masuknya Sri Lanka ke dalam Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) bersama India dan Pakistan baru-baru ini. (as)

Komentar