Connect
To Top

Pengendalian Inflasi, BI Pantau Perkembangan 800 Jenis Barang

Gedung Bank Indonesia/Foto istimewa

Gedung Bank Indonesia/Foto istimewa

NUSANTARANEWS.CO – Bank Indonesia (BI) bakal memantau sejumlah komoditas pangan guna mengetahui tingkat perkembangan harga serta inflasi. Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Mirza Adityaswara menyebutkan, tugas BI salah satunya menjaga stabilitas moneter melalui pengendalian inflasi dari sisi suplai. Sehingga lembaga ini menjaga agar inflasi tidak terlalu tinggi

“Ada sekitar 800 jenis barang yang dipantau harganya untuk menjaga agar inflasi tidak terlalu tinggi,” kata Mirza di Jakarta, Senin (10/10).

BI, lanjutnya, setiap pekan akan melakukan survei sejumlah jenis komoditas tersebut untuk mengetahui perkembangan harganya.

“Komoditas pangan yang sering menyebabkan terjadinya inflasi, yakni beras, cabai, bawang, daging, dan lainnya,” ungkapnya.

Menurutnya, inflasi di Indonesia terjadi akibat naiknya sejumlah barang terutama bahan makanan dan makanan jadi mengingat pendapatan masyarakatnya kebanyakan habis digunakan untuk membeli bahan pangan.

Berbeda dengan negara-negara maju yang penghasilan masyarakatnya tinggi, sehingga uang mereka yang digunakan untuk belanja bahan pangan atau makanan jadi, hanya sebagian kecil dari penghasilan mereka.

Ia mencontohkan Amerika Serikat yang pendapatan masyarakatnya cukup tinggi hanya sebagian kecil saja digunakan untuk keperluan membeli bahan makanan dan makanan jadi. Selain itu, tekanan inflasi juga terjadi akibat tingkat produksi dan distribusi sejumlah komoditas yang tak seimbang.

Mirza menjelaskan untuk mengendalikan inflasi tidak terlalu tinggi yakni dengan menjaga produksi, ditaribusi dan informasi terkait perkembangan komoditas.

Karena itu, lanjutnya, BI melakukan koordinasi dengan pemerintah baik pusat maupun daerah untuk menjaga agar inflasi stabil. (Yudi/ant)

Komentar