Berita Utama

Pengamat: TNI dan Polri Jangan Hanya Sibuk Urus Demonstrasi

Pengamat militer dan intelijen, Susaningtyas Kertopati/Foto Istimewa

Pengamat militer dan intelijen, Susaningtyas Kertopati/Foto Istimewa

NUSANTARANEWS.CO – Pengamat militer dan intelijen, Susaningtyas Kertopati mengungkapkan dirinya kurang setuju jika TNI dan Polri menghabiskan energi, konsentrasi dan perhatiannya hanya pada demonstrasi semata. Sebab, kata dia, kedua institusi tersebut masih punya tupoksi lain yang jauh lebih penting dan urgen.

“Saya kurang setuju bila TNI Polri belakangan ini seluruh konsentrasinya hanya kepada demontrasi dan kurang atentif kepada Tupoksi lain dari kedua institusi tersebut. Bagaimanapun masalah bangsa ini yang berkaitan dengan TNI Polri bukan hanya demo-demo besar belakangan ini,” ujar Nuning, Jakarta, Jumat (25/11/2016).

Selain mengomentari kesibukan TNI-Polri belakangan yang hanya fokus pada aksi demonstrasi, perempuan yang akrab disapa Nuning ini juga angkat bicara terkait dengan isu akan digantikannya Panglima TNI Gatot Nurmantyo. Menurut dia, pergantian tersebut tak lebih hanya isu belaka. Sebab, hal itu tidak mungkin terjadi karena prosesnya tidaklah mudah.

“Pergantian Panglima TNI adalah Hak prerogatif Presiden dengan proses yang diatur dalam UU di mana Panglima TNI baru harus jalankan fit proper test di Komisi I DPR. Saya rasa Presiden Jokowi tak gegabah mengganti Panglima TNI-nya, dan akan sampai Jendral. Gatot Nurmantyo pensiun, seperti halnya Panglima-panglima pendahulunya,” papar dia.

Lagi pula, Nuning menambahkan, keadaan seperti sekarang ini tidak semata-mata kesalahan baik Panglima TNI, Kapolri maupun Kepala BIN.

“Ini kan akibat dari akumulasi masalah yang sangat kompleks. Determinant factor-nya bukan saja dari kondisi yang ada selama pemerintahan Jokowi-JK, tapi juga dari masa-masa sebelumnya. Bisa saja ada sisi yang tidak diurus dengan benar, miss-management dan lain-lain,” ungkap Nuning. (Sego/Red)

Komentar

To Top