Berita Utama

Pengamat Keagamaan: Waspadai Kelompok yang Ingin Hancurkan Pancasila

Ilustrasi NKRI harga mati. Foto Istimewa
Ilustrasi NKRI harga mati. Foto Istimewa

NUSANTARANEWS.CO –Mempertahankan NKRI sebagai identitas bangsa merupakan harga mati. Pengamat Sosial Keagamaan, Muhammad Makmun Rasyid dalam keterangan pers Rabu (30/11/2016) menjelaskan bahwa para pendiri bangsa sepakat bahwa Pancasila sebagai dasar dan falsafah Negara adalah final.

Dengan demikian, kata Rasyid, siapapun yang menjadi warga negara Indonesia hendaknya menghargai dan menghormati kesepakatan yang telah dibangun oleh para pendiri negara (founding fathers).

Dirinya juga mengajak untuk terus berupaya menggali, menghayati dan mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Baik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

“Kita harus terus waspada pada kelompok-kelompok dan ideologi yang bisa memecah persatuan,” ungkapnya.

Rasyid juga menyinggung bahwa ideologi khilafah tidak ada landasannya dalam al-Qur’an dan tidak ada satupun ayat yang melegasisasi khilafah. Justru ideologi tersebut akan merusak kemajemukan, keharmonisan dan keutuhan NKRI.

“Harapan saya, semua ormas di Indonesia harus mendaftarkan kembali keberadaan mereka, ormas yang tidak sesuai falsafah bangsa Indonesia, tidak boleh diakui eksistensinya,” ujar Rasyid.

Pernyataan tersebut cukup beralasan mengingat banyak ideologi di Indonesia yang secara nyata bersebrangan dengan falsafah negara yang menjunjung tinggi Bhineka Tunggal Ika sebagai identitas bangsa.

“Menolak gagasan khilafah untuk diterapkan di Indonesia bukan bagian dari pengingkaran, karena itu bukan perintah utama Tuhan kepada manusia” tegasnya.

Sementara itu, Dosen Sejarah Pemikiran Islam STKQA Depok, Sofiuddin juga mengkritisi sistem khilafah.

“Negara-negara yang ada di Timur Tengah tidak bisa menjadi barometer sistem pemerintahan Islam,” ungkapnya. (Adhon/Red)

Komentar

To Top