Berita Utama

Pengakuan Mengejutkan Anggota Komisi VIII Soal Penggembosan Aksi 212

Anggota Komisi VIII Fraksi Partai Demokrat, Khatibul Umam Wiranu. Foto Dok. Pribadi
Anggota Komisi VIII Fraksi Partai Demokrat, Khatibul Umam Wiranu. Foto Dok. Pribadi

NUSANTARANEWS.CO – Anggota Komisi VIII Fraksi Partai Demokrat, Khatibul Umam Wiranu turut menanggapi aksi 212 yang digelar di Monas, Jum’at (2/11/2016).

Sebelumnya, pagi buta tadi juga telah dilakukan penangkapan terhadap beberapa aktor aksi 212 yang diduga melakukan aksi makar. Beberapa tokoh tersebut diantaranya melibatkan Rachmawati Soekarnoputri, Ahmad Dhani, Ratna Sarumpaet dan masih banyak lagi.

Merespon situasi tersebut, tampaknya Khatibul Umam Wiranu menilai bahwa gerakan 212 bukanlah gerakan politik, melainkan sebagi gerakan sosial. Karena itu, tulis Khatibul Umam, gerakan sosial ini tak bisa dilemahkan.

“Aparatus Presiden salah itungan. Anggap aksi Bela Islam sebagai gerakan politik. Ini gerakan sosial, tak bisa digembosin dengan cara ditakut-takutin,” tulis Khatibul Umam Wiranu di akun twitter resminya, Jum’at (2/11/2016).

Dalam twittanya tersebut, ia menegaskan bahwa pressure, intimidasi, dan teror sekalipun tak bisa menghentikan pada yang namanya gerakan sosial. Karena menurutnya, gerakan sosial berbeda dengan gerakan politik.

“Gerakan sosial takkan bisa dihentikan dengan pressure, intimidasi, penghadangan, teror dan berbagai tindakan represi lain. Beda dengan gerakan politik,” imbuh kicaunya.

Bahkan dirinya mengaku jika gerakan sosial hari ini murni dilakukan untuk menuntut keadilan hukum. Terkait tindakan aparat yang melakukan penangkapan terhadap sejumlah tokoh aksi 212, baginya  tak akan menyurutkan gerakan sosial tersebut.

“Gerakan sosial hari ini menuntut keadilan hukum dan keadilan sosial. Penangkapan terhadap sejumlah tokoh oleh aparat tak akan menyurutkan gerakan ini,” tegasnya. (Adhon/Red)

Komentar

To Top