Angota Badan Legislasi DPR RI Mukhamad Misbakhun. Foto Andika/Nusantaranews
Angota Badan Legislasi DPR RI Mukhamad Misbakhun. Foto Andika/Nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO – Anggota Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun menilai bahwa penerimaan pajak tahun 2015-2016 hanya berkisar 80 persen dari target yang dikejar. Realisasi penerimaan pajak ini dinilainya sebagai yang terendah dalam 10 tahun terakhir.

“Ini pertama kali, persentase paling rendah pada tahun 2015-2016. Kalau berbicara 10 tahun terakhir realisasi penerimaan pajak bisa mencapai 90 persen,” ujar Misbakhun dalam keterangan tertulisnya yang diterima Nusantaranews, Rabu, (18/1/2017).

Penerimaan pajak yang tidak mencapai 90 persen ini, kata Misbakhun, bisa menjadi momentum evaluasi bagi kinerja Direktorat Jendral Pajak (DJP) Kementerian Keuangan. Menurutnya, kinerja penerimaan negara jangan sampai bekerja di luar jalur yang diinginkan Presiden Joko Widodo(Jokowi).

Misbakhun menganggap penting salah satu evaluasi yang penting untuk dilakukan terkait penerimaan negara adalah, dengan menjadikan institusi penerimaan negara lebih independen dengan cara menjadi badan di bawah naungan kepresidenan.

“Sebenarnya kalau menurut saya penentuan politik akhir yang menentukan, yaitu menjadi badan,” tutur Misbakhun. (Richard)

Komentar