Penerbangan ke Luar Negeri Dibuka Lebar, RI Kebanjiran Wisman. Foto: Dok. Solopos.com
Penerbangan ke Luar Negeri Dibuka Lebar, RI Kebanjiran Wisman. Foto: Dok. Solopos.com

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia mencapai 1,02 juta kunjungan pada Maret 2017.

Pencapaian ini meningkat dibandingkan bulan sebelumnya, bahkan Maret 2016 hal ini dipicu pembukaan penerbangan langsung dari beberapa daerah di Indonesia ke luar negeri.

Kepala BPS, Suhariyanto menjelaskan, kunjungan 1,02 juta turis selama bulan ketiga ini naik 6,68 persen dibanding pencapaian Februari sebanyak 957,6 ribu. ‎Dibanding Maret 2016, realisasi jumlah kunjungan wisman di Maret ini meningkat 11,64 persen.

“Jumlah kunjungan wisman di Maret trennya memang cenderung selalu lebih tinggi dibanding Februari,” ujar Suhariyanto yang akrab disapa Kecuk, Jakarta, Selasa, 2 Mei 2017.

Menurut dia, persentase turis yang datang ke Indonesia melalui pintu masuk perbatasan Entikong dan Bandara Adi Seoemarmo, Solo, melonjak pada Maret 2017‎. Sementara itu, jumlah wisman yang datang lewat pintu masuk tersebut masih kecil.

“Dari hasil pendataan kami, persentase kenaikan kunjungan wisman dari pintu masuk Entikong sebanyak 72,4 persen (month on month/mom) dan Adi Soemarmo mencapai 49,04 persen. Kalau jumlah turisnya masing-masing 2,63 ribu kunjungan dan 78 ribu kunjungan,” kata dia.

Lebih lanjut Kecuk menjelaskan, alasan kenaikan kunjungan turis melalui pintu masuk Bandara Adi Soemarmo karena ada penambahan jadwal penerbangan langsung maskapai Air Asia dan Lion ‎Air dari Solo ke Kuala Lumpur, Malaysia.

“Sementara jumlah kunjungan wisman ke Indonesia naik 11,64 persen (year on year/yoy) dikontribusi dari peningkatan kunjungan turis melalui Bandara Sam Ratulangi, Manado yang menyediakan penerbangan langsung ke Cina. Kenaikannya signifikan 296 persen, dan lewat Bandara Adi Sucipto 82 persen,” ungkap dia.

Kecuk menyebutkan, jumlah kunjungan turis ke Indonesia selama Maret ini sebanyak 1,02 juta kunjungan. Ini terdiri dari wisman melalui 19 pintu utama 933,65 ribu kunjungan dan di luar 19 pintu utama 87,89 ribu kunjungan.

Turis yang masuk melalui 19 pintu utama, meliputi wisman reguler 909,17 ribu kunjungan dan wisman khusus sebanyak 24,47 ribu kunjungan.

Sementara di luar 19 pintu utama, terdiri dari yang masuk lewat pos lintas batas 40,32 ribu kunjungan dan lainnya 47,58 ribu kunjungan.

Berdasarkan asal negara, turis yang paling banyak datang ke Indonesia pada Maret 2017 dibanding Maret 2016, yakni China de‎ngan kunjungan 140,98 ribu kunjungan atau naik dari sebelumnya 94,22 ribu kunjungan. Diikuti turis asal Singapura sebanyak 128,38 ribu atau turun dari 130,80 ribu kunjungan.

Turis asal Malaysia, Australia, Jepang, masing-masing sebanyak 117,26 ribu kunjungan, sebanyak 88,20 ribu kunjungan, dan 43,85 ribu kunjungan. Sebelumnya untuk tiga negara ini sebanyak 107,25 ribu kunjungan, sebanyak 88,95 ribu kunjungan, dan Jepang 43,05 ribu kunjungan.

“Posisi ini tidak berubah dari bulan sebelumnya (Februari). Turis China paling banyak, dan ke depan diharapkan pemerintah terus menarik wisman dari negara lain. Promosi digencarkan bukan hanya Bali tapi spot lain di Indonesia,” papar Kecuk.

Pewarta: Richard Andika
Editor: Achmad Sulaiman

Komentar

SHARE